Sabtu, 25 September 2021

Media Belajar Bersama
Apa Itu Asesmen Nasional ?
Penjelasan Tentang Asesmen Nasional

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

(Sumber : https://anbk.kemdikbud.go.id/ )

Selasa, 14 September 2021

Filosofi Ki Hajar Dewantara, Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Media Belajar Bersama

Filosofi Ki Hajar Dewantara, Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

 

Ki Hajar Dewantara mengartikan bahwa Pendidikan merupakan ‘tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak’. Menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Sedangkan pengajaran merupakan Pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak, baik lahir maupun batin. 

Dari pengertian diatas sudah jelas bahwa kita sebagai pendidik memiliki kewajiban dalam menuntun anak didik kita yang memiliki kodrat alam yang berbeda-beda, memiliki potensi dan karakteristik beragam dengan pengajaran yang menyenangkan dan bermakna dalam hidup dan kehidupannya. 

Tersirat secara mendalam bahwasanya dalam pengajaran dan pendidikan  ini guru tidak sepatutnyalah memaksakan dan menyamaratakan anak didik kita yang memiliki kodrat alam yang berbeda-beda. Kita sebagai pendidik berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan pola asah asuh asih sehingga nantinya anak didik kita memiliki bekal kecakapan dalam kehidupannya.

Ki Hajar Dewantara sebagai  Founding Fathers Pendidikan Nasional telah memberi konsep pendidikan dan pengajaran secara umum sebagaimana telah dituliskan sebelumnya.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara menuntun kepada segenap komponen pendidikan dari pemerintah, pemerhati pendidikan, institusi pendidikan, masyarakat dan khususnya kepada kita sebagai pendidik untuk mempersembahkan sebuah pengajaran dan pendidikan sebagai bentuk proses transformasi, komunikasi dan pembimbingan yang dapat memberi manfaat/ faedah kepada peserta didik dalam mempersiapkan kehidupan nyata bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tentunya kita berharap juga anak didik mencapai kebahagiaan dan keselamatan seutuhnya dalam menjalani kehidupannya.

Kita gambarkan peserta didik sebagai sebuah benih yang perlu tumbuh kembang dengan sempurna sesuai kodratnya alamnya yang memiliki karakteristik berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya. Kita Pendidik perlu mempersiapkan sarana, wadah dan media untuk tumbuh kembang anak didik kita sehingga menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kecakapan hidup dengan bekal kompetensi diri. Selain itu kita pendidik harus mampu merawat, menyirami dan  memupuk anak didik kita dengan perlakuan dan tuntunan dengan kasih sayang dengan pola “ASAH,ASUH,ASIH” sehingga anak didik bisa tumbuh kembang menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti luhur.

Pemikiran KHD merupakan pondasi dan tuntunan bagi kita sebagai pendidik dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Saat ini dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang pendidikan sangatlah pesat.  Dengan mudahnya berselancar bebas mengakses informasi , berkomunikasi tanpa tidak bertemu langsung ( tatap maya), sangat relevan bahwa sebagai pendidik memberikan kesempatan seluasnya-luasnya kepada peserta didik untuk belajar secara merdeka sesuai dengan kodratnya sebagai individu, belajar secara kolaborasi tanpa batas subjek yang harus menjadi teman belajar, belajar tanpa batas sumber yang dapat menjadi rujukan belajarnya, belajar secara bebas kapan waktu untuk belajarnya. Maka dari itu sepatutnya kita sebagai pendidik memberikan kemerdekaan belajar kepada anak didik kita dengan tetap menjaga norma sosial yang berlaku dan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal. 

Dilain sisi kita pendidik perlu menjadi panutan, pembangun semangat dan memberi motivasi dan arahan kepada peserta didik ( Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani ) . Dengan pesat dan bebasnya informasi secara global terbuka diakses melalui internet tidak menutup kemungkinan  ada hal/obyek negatif yang menjadi konsumsi anak didik kita. Maka diperlukanlah pendampingan dan arahan sikap serta mengedepankan budi pekerti sesuai dengan budaya warisan para leluhur kita. terwujud peserta didik tangguh memiliki kecakapan hidup dan berakhlakul karimah sesuai yang  dicita-citakan oleh pemerintah mewujudkan pelajar dengan profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Ki Hajar Dewantara juga menuntun kepada kita pendidik untuk membawa pengajaran dan pendidikan sebagai media terciptanya peradaban bangsa yang luhur dengan ragam budaya yang kita miliki. Pendidikan hendaknya menjadi media dan sarana perubahan peradaban kearah yang lebih baik sesuai zamannya. Kita pendidik tidak bisa hanya diam stagnan dalam pendidikan, kita pendidik dituntut terus adaptif terhadap perubahan zaman dengan segala pernak-pernik kemajuan pengetahuan dan teknologinya. Kita pendidik harus selalu , mandiri, reflektif, kolaboratif,inovatif,dan berpihak pada murid sebagai bentuk nilai dari seorang guru penggerak.

Mandiri, seorang Guru Penggerak  diharapkan senantiasa mendorong dirinya sendiri untuk melakukan aksi serta mengambil tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada dirinya. Melakukan perubahan, untuk memulai sesuatu, untuk mengerjakan sesuatu terkait dengan perubahan apa yang diinginkan untuk terjadi. Berawal dari diri tergerak, bergerak dan menggerakkan komunitas pendidikan. Tergerak dan termotivasi dari diri bergerak  berubah lebih baik dan bermanfaat

Reflektif, seorang Guru Penggerak bisa mengevaluasi kembali pengalaman-pengalaman yang telah dilalui, hingga bisa menjadi pembelajaran dan panduan untuk menjalankan perannya di masa mendatang. Evaluasi Diri atas kelemahan dan kelebihan serta terbuka atas kritik, saran dan masukan membangun.

Kolaboratif, Seorang Guru Penggerak senantiasa membangun hubungan kerja yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah (orang tua murid dan komunitas terkait) dalam mencapai tujuan pembelajaran. Membangun komunikasi dan kerjasama, menghormati dan menghargai atas ide gagasan dari orang lain.

Inovatif , seorang Guru Penggerak senantiasa memunculkan gagasan-gagasan baru dan tepat guna terkait situasi tertentu ataupun permasalahan tertentu. Memberikan solusi atas sebuah permasalahan yang dihadapi.

Berpihak pada murid, seorang Guru Penggerak senantiasa melayani kebutuhan murid sepenuh hati, ikhlas dan riang gembira dalam pembelajaran.  Dengan harapan pembelajaran berlangsung dengan aman, nyaman dan menyenangkan.

Kita sebagai guru dalam pembelajaran dan pendidikan melayani anak didik dengan “tuntunan”. Menuntun anak didik mencapai muara akhir kebahagian dan keselamatan dalam hidup dan kehidupannya  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seutuhnya.Tentunya dengan segala kecakapan hidup sebagai bekal tercapai pelajar dengan profil pelajar pancasila.

Dari sedikit cuplikan konsep di atas wajib kita sebagai guru tergerak, bergerak dan menggerakkan tentunya diawali dari kita. Kita wajib beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi. Bergerak dinamis menuju peradaban baru dengan tetap tidak meninggalkan budaya luhur bangsa Indonesia, budaya dan kearifan lokal sehingga nantinya akan terwujud karakter luhur pada diri kita.

Tergerak,  setelah mendapatkan pemahaman Filosofi Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara, diharapkan diri kita sebagai guru tergerak berubah menjadi lebih baik, ada perubahan pola pikir yang seharusnya menurut Filosofi Ki Hajar Dewantara. Menuntun anak didik dalam pengajaran dan pendidikan, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna serta berpusat pada anak didik, “menghamba kepada anak didik”.

Bergerak, tetelah pada diri kita tergerak berubah pola pikir , diharapkan ada gerakan berubah pada diri kita sebagai wujud implementasi pemahaman filosofi Ki Hajar Dewantara. Bergerak dinamis dalam pelayanan pengajaran keseharian kepada anak didik dalam satuan pendidikan. Praktik baik dalam menuntun anak didik dan mendorong peningkatan kepemimpinan anak didik di sekolah dan menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah khususnya dimulai dari pembelajaran kelas.

Menggerakkan, Mulai dari diri tergerak kemudian bergerak, langkah selanjutnya kita dapat menggerakkan praktik baik dalam komunitas pendidikan

Dari nilai-nilai diatas tentunya berharap Guru Penggerak akan berperan maksimal dalam mengemban amanah pendidikan menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid.

Berikut peran kita sebagai Guru Penggerak pembelajaran :

1. Menjadi pemimpin pembelajaran

Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong wellbeing ekosistem pendidikan sekolah. Pembelajaran yang berorientasi pada murid, aman, nyaman dan menyenangkan. Pembelajaran yang relevan, bermakna dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menggerakkan Komunitas Praktisi

Berpartisipasi aktif dalam komunitas belajar untuk para rekan guru di sekolah, MGMP, KKG, Organisasi Profesi

3. Menjadi Coach Guru Yang Lain


Guru Penggerak diharapkan juga bisa memantau perkembangan dari rekan guru lain tersebut.

4. Mendorong Kolaborasi Antar Guru


Membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan di luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

5. Mewujudkan Kepemimpinan Murid

Membangun sikap kepemimpinan dalam diri siswa agar menjadi siswa yang bertanggung jawab, siswa yang dapat menjalankan perannya sebagai siswa serta siswa yang dapat mengembangkan potensinya sebagai seorang pribadi


Peran sebagai Guru Penggerak diatas tentunya akan bisa berjalan maksimal jika ada dukungan membangun dan kolaborasi dari semua warga sekolah, orang tua peserta didik, masyarakat, lintas sektoral terkait dan tentunya pemangku kepentingan dan kebijakan pendidikan. Kita berharap dengan peran guru penggerak ini pengajaran dan pendidikan yang kita suguhkan akan wujudkan pelajar dengan profil pancasila. Peserta didik mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat dalam hidup dan kehidupannya secara utuh dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Semoga kita sebagai Guru Penggerak selalu mendapatkan pertolongan dan kekuatan dari Allah SWT dalam mengemban amanah mulia sebagai seorang pendidik. 

Semoga tulisan ini bermanfaat khususnya bagi saya pribadi sebagai Calon Guru Penggerak. Amin


Jumat, 27 Agustus 2021

PELATIHAN WEB TOOLS PEMBELAJARAN




Assalamu 'alaikum Wr. Wb. 


*Salam pendidikan*

Peningkatan kualitas guru dalam era pandemi dan telah dilaksanakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas tidak membuat guru harus mundur dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik terbaik Indonesia. Masih dalam pengoptimalisasian Media Pembelajaran Digital guru harus mampu menemukan inovasi dan kreasi sebagai pendidik. Jadi penggunaan web dan android tidak hanya untuk hiburan semata.

Untuk itulah kami dari Komunitas Guru Sekolah Dasar (KGSD) Gugus IV Sultan Syarif Abdurrahman melaksanakan kegiatan pelatihan salah satu nya adalah "Optimalisasi Pemanfaatan Web Tools Pembelajaran" bagi guru sekolah Pendidikan Dasar yang akan menghadirkan Narasumber Bapak Syaiful Rahman, S.Pd., M.Pd., dari Dewan Eksekutif APKS PGRI Kab.Jember Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 28 Agustus 2021 di SD Negeri 23 Pontianak Timur dengan Metode Daring dan Tatap muka.

Silahkan daftar dan simak kegiatan ini di :

https://s.id/PelatihanWebtools-KGSD4

Meeting Id :

840 4739 3929

Pascode : KGSD4

Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua. Yokk kita saksikan dan pelajari acara yang bagus dan bermanfaat ini.

Contact Person :

1. Astra Norvita (SD Plus 

    Bina 45) 

    WA 0812-5678-1977

2. Tini Kurnia (SDN 23 

     Pontianak Timur)

     WA 0899-1387-549

3. Mildayanti (SDN 07 

     Pontianak Timur) 

     WA 0852-4524-9258 

Kegiatan ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak bekerja sama dengan Badan Eksekutif APKS PGRI Kab.Jember

Sabtu, 21 Agustus 2021

Jurnal Refleksi - Minggu 2 (CGP )

Media Belajar Bersama

Minggu pertama dalam Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 sudah terjalani, bersyukur kita panjatkan kepada Tuhan YME masih diberi kesempatan dan sehat untuk terus mengikuti pada minggu kedua.

Di minggu kedua ini tidak ada kendala teknis yang kami hadapi, baik dalam mengikuti diskusi bersama kelompok dalam satu kelas maupun mempelajari materi secara mandiri di LMS. Komunikasi berjalan dengan baik dengan para sesama CGP, pengajar praktik, instruktur dan fasilitator. Berikut rangkuman uangkapan perasaan yang kami coba dokumentasikan melalui akun Facebook pribadi,berikut diantaranya yang saya tulis :


“ Bergerak terus belajar dan berbagi, jangan pernah berhenti berbuat kebaikan. Jangan mengukur sejauh mana yang telah kita lampaui,tapi teruslah bergerak dinamis bertransformasi kearah yang lebih baik memcapai kebahagian dan kesalamatan.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

"Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang terlaknat." ( Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA). 

#Belajar_Bergerak_Berbagi_Beramal

#GuruPenggerak

Merasa bahagia dengan belajar dan berbagi bersama mereka

Diposting 19 Agustus 2021


“Kita sebagai pendidik sepatutnya kembali kepada ruh pendidikan yang disampaikan oleh KHD. Kita harus mampu menggerakkan diri sendiri, lingkungan( Sekolah dan Masyarakat ) khususnya warga sekolah untuk terus bergerak berubah lebih baik . memberi semangat dan motivasi kepada anak didik kita untuk terus tumbuh kembang menyiapkan bekal dalam kehidupannya kelak bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu pula kita bisa menjadi pemimpin pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik.”


“Sungguh memberi semangat perubahan kepada kita pendidik untuk terus belajar dan menjadi teladan, motivator dan fasilitator bagi anak didik kita. Pola Asah, Asuh dan Asih dalam pendidikan dengan tetap bersemboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

“Ucapan syukur patut kita haturkan kepada Allah SWT dan terimaksih tak hingga kepada Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang telah mendobrak "keterbelengguan dan keterkungkungan" pendidikan dan pengajaran pada zaman kolonial belanda. Taman Siswa Ki Hajar Dewantara dengan segala Filosofinya memberi ruh kehidupan pada pendidikan dan pengajaran indonesia. kemerdekaan dalam belajar, kemerdekaan berekspresi, berinovasi, berkreasi dan berkolaborasi sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik. saat ini waktunya kita kembali merdeka mengembalikan ruh pendidikan dan pengajaran untuk pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik dan terlahir pelajar dengan profil pancasila”


“Jika kita merujuk pada arti Pendidikan dan Pengajaran menurut KHD “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”. Pengajaran bertujuan memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Maka kita pendidik bersama seluruh elemen pendidikan memiliki tanggungjawab bersama menuntun peserta didik menemukan jati diri manusia merdeka seutuhnya dalam artian merdeka berfikir, berkreasi dan berkarya untuk menyiapkan kehidupannya lahir batin di masyarakat. Pendidikan menjadi tempat belajar, berlatih dan menumbuh kembangkan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kita pendidik berkewajiban memberikan ruang sepenuhnya untuk tumbuh kembang peserta didik dengan tetap menguatkan karakter dan akhlak mulia. Dimanapun kita berada disekolah , dimasyarakat tetapalah menjadi bagian yang selalau memberi manfaat kepada orang lain khususnya kepada peserta didik kita.”


“Setiap benih memiliki karakteristik dan potensi masing-masing, begitu juga anak secara alamiah memiliki kekuatan jiwa dan potensi tumbuh kembang yang berbeda-beda. Kita sebagai pendidik dan berperan sebagai orang tua seharusnya menyiapkan media dan merawat untuk tumbuh kembangnya anak berupa pendidikan dengan pengajaran yang tepat dengan berdasar pada filosofi pendidikan yang disampaikan oleh KHD. Kita pendidik sekaligus orang tua harus memberikan ruang dan waktu atas kemerdekaan dalam belajar dengan tetap mempertimbangkan, memperhatikan budaya luhur dan adab kearifan lokal. Keterbukaan akses informasi melalui kecanggihan teknologi memudahkan anak dan kita semua dalam menyerap, meniru, memproduksi karya. tetapi kita tetap harus memiliki kewaspadaan atas apa yang diserap dipelajari oleh anak didik kita. ada kendali agar nantinya tujuan pembelajaran dan pendidikan tercapai keselamatan serta kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat(KHD).”


“Sebagai pedoman kita pendidik, uraian dari KHD sungguh memberi pencerahan dalam melakukan proses pengajaran kepada anak didik kita. Setiap insan memiliki kodrat ketentuan keaslian sifat, karakter bawaan alam sejak dalam kandungan yang tentunya ini merupakan warna dasar setiap anak didik. Kodrat alam ini berlanjut ketika mereka( anak didik ) bergaul, berkomunikasi dan hidup dalam keluarga maupun masyarakat. Dilain sisi setiap insan ( anak didik ) akan melalui sebuah proses pembelajarannya untuk mencapai hidup dan kehidupannya pada zamannya. Kita pendidik tidak bisa menyamakan perlakuan terhadap anak didik sekarang seperti kita masih dalam posisi sebagai anak didik terdahulu. Tuntutan kecakapan hidup disetiap zaman akan berbeda maka kitapun sebagai pendidik dalam mengisi dan mewarnai arah hidup peserta didik harus adaptif terhadap perkembangan pengetahun dan teknologi dengan tetap mengutamakan adab kultur luhur budaya bangsa . Tetaplah kita berupaya memberi yang terbaik untuk anak didik kita.”

Sangat setuju atas pemikiran KHD bahwa Keluarga merupakan pendidikan pertama upaya tumbuh kembang anak dalam Budi Pekertinya. Ada pepatah " Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya", jika kita teliti dan amati ketelatadanan keluarga menjadi hal utama dalam pembentukan budi pekerti anak. Orang tua ( keluarga ) akan mewarnai karakter dan watak anak. Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan anak dalam berkomunikasi dalam keluarga secara langsung akan terekam dalam otak pikiran, dirasa lanjut berproses berbuah pada sebuah tindakan . Maka dari itu pentingnya kita memberi layanan Asah, Asuh dan Asih kepada anak dengan memberikan kemerdekaan dalam berekspresi, berkomunikasi dan eksplorasi diri dengan tentunya tetap ada kendali pendampingan arahan orang tua yg beradab menjunjung tinggi etika dan adap sopan santun. Jika pendidikan yang diberikan oleh orang tua selaras dengan pemikiran dari KHD dan kita pendidik disekolah menyambut dengan memberi pelayan pembelajaran yang bermakna maka terwujudlah budi pekerti luhur.”

“pengajaran dan pendidikan yang diberikankapada anaka didik kita membutuhkan metode, cara atau strategi mencapai tujuan yang kita inginkan. KHD mempersembahkan dan menuntun kita pendidik bagaimana memberikan pengajaran yang bermakna bagi anak didik kita. bermakana dalam menghantarkan kecakapan hidupnya. Kita pendidik sepatutnya memberi kemerdekaan belajar kepada anak didik kita sesuai dengan karakteristiknya. Metode Montesori, Frobel dan taman siswa menjadi contoh dalam memberikan pengajaran yang bermakna dengan menguatkan olah raga, olah pikir, olah hati, olah karsa/rasa.”

“Ki Hajar Dewantara dengan filosofinya telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan ,dimulai dari KHD dalam memperjuangkan pengajaran dan pendidikan diberikan sepenuhnya kepada rakyat tanpa pandang bulu, tanpa melihat status sosial atau status ekonomi dalam masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa Pendidikan merupakan media semai anak didik kita, sehingga pendidikan harus menajdi ladang tempat yang subur tumbuh kembangnya anak didik kita. Pendidikan bukan hanya sekadar tempat untuk mencetak anak didik menjadi pintar, tetapi yang lebih penting pendidikan dapat menuntun anak didik kita menjadi anak didik yang beradap, mengetahu dan memahami budaya luhur bangsa. Dilain sisi pendidikan harus memfasilitasi tumbuh berkembangnya kebudayaan dan peradaban yang luhur dengan tidak meninggalkan kearifan lokal. saatnya kita bersama memberi kemerdekaan kepada anak didik kita dalam berpikir, berkreasi, berinovasi dan berkarya. Terimakasih KHD atas segala dasar pemikiran yang ditanamkan kepada kita pendidik.”

“Ucapan syukur patut kita haturkan kepada Allah SWT dan terimaksih tak hingga kepada Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang telah mendobrak "keterbelengguan dan keterkungkungan" pendidikan dan pengajaran pada zaman kolonial belanda. Taman Siswa Ki Hajar Dewantara dengan segala Filosofinya memberi ruh kehidupan pada pendidikan dan pengajaran indonesia. kemerdekaan dalam belajar, kemerdekaan berekspresi, berinovasi, berkreasi dan berkolaborasi sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik. saat ini waktunya kita kembali merdeka mengembalikan ruh pendidikan dan pengajaran untuk pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik dan terlahir pelajar dengan profil pancasila”

Demikiaanlah catatan pentinga bagi kami sebagai Eksplorasi Konsep - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara selama minggu kedua dalam pndidikan Guru Penggerak ini


Diminggu kedua ini semakin bertambah pengetahuan dan pemahamn kami tentang konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara, dengan dilatih menyampaikan esplorasi konsep menambah ketrampilan dan penguasaan dalam berbahasa lisan  dan tulisan, berpikir kreatif dan merasa lebih maju dari sebelum mengikuti pendidikan guru penggerak ini.

Selain pemahaman konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat kami terima, dengan panduan dan petunjuk fasilitator kami berkolaborasi secara berkelompok dalam menentukan sebuah keputusandan penyemaan persepsi yang kemudian dituangkan dalam bahasa tulis dan preentasi dalam menyusun desain kerangka pembelajaran Ki Hajar Dewantara. Berikut hasil desainnya yang kami susun secara mandiri : 


https://docs.google.com/presentation/d/1HbU5awwCjm_3dhAOTHSgtz-U2AgEY_sZIAwoMH3LPYA/edit?usp=sharing

emqz_X9DgoXiVufCHNUNlucvrLeMyMXpUGJdqVu7jdO1Gkdcexp0Mi2H2id8AE7Ywua2Qhp5vMNRpr7MhTxG-t7WnbIKdtxFb-CHVj-YMqemKLILC2zXnaS61F2njT0UAypgDwaAc5i-2Z5dqMdhJ1ZGlV9u_xykhH0yCP7X2pRYSBFXUQrEQPxsGxGkMUpzYelDWXdFfQMXzwaCy-rWFXTyCoWmUyyf6Jo2967egtiNmbeo5UTjZG5OIPrfBChio_EVHdSalGZL3c5JrLgnsolhTu22z0PkgcjUD3W_V_ph8wqCkYEm-DLIn7Fwk3IbEQmXCjJG5QDfUQ9lrNLQBSu2E0iBa9zPdiT4n05pJFx2iCdAl8fAydoL5iUqnR5i1Jxw6HS8MePdiZ5_nf-RcfTN

opNlWIvrDQ-S0DriZ0-xViejJctKbmjAWp6gBK9H5mgY4VtR26Gt7geD5zVHBKKyKz4NmZoAdFPelYj9ur8Fnv1whGy4I32Jimt0gj5wfMtX1b33h2d_hiyS3icsYROX1ZN8Ea1-

EGELHATYtNVFXB-uZILLt4FPFGA5GH4o3GJfqBJtf5Y_DVW6Jl3aALDltsrV8_l-xjTq1DsLM9EG1eGol4wUKtKdPNM2tSc4n6t-wiTt9Dwl_QxWDQnq1Es7sMtBjJfYGaueUt3vftRZ5VTEFDoohsl0SF6x48Lu9t7PVU6BEH8hvFx7hFIz-boqiDYHCln_JOcQQTo5-D1mHrm67hNaTXAPluXZcCSD3caUEidLbztpFuYMubPpBnxlCfHT6ni_pjPxNXiEaaOd36yzi4JGpGGY7Pad2od-ss2PafDOoxpD_WCxotILiZjt6HsKmKBf7okpqRQ3vCHdhVpIOvoQf9WA2M9s-TcrWU9F9qV_k1PTl_lTWhLxddR1FVIoHUtyxIK1MiiUQDoAjchV15apMBPU0rjmwBPCbcDEXyPHkUARgC5I3QAqqYLKuh360yRbe8OIlXyFgiOisY3NIbqvCLIL4WP347l38Jz9SKzG2WJeE1ipTaDMLlAPmKpqhvQ_3B23yjlqz_Z9csEHVym8hUXdKut_zDuf


Harapan setelah belajar tentang konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara dan menyusun desain kerangka pembelajaran Ki Hajar Dewantara kami dapat menerapkannya di lingkup sekolah dan utamanya memberikan pembelajaran yang bermakna berpusat pada anak didik dengan pola Asah, Asuh dan Asih.

Jurnal Refleksi - Minggu 1 Calon Guru Penggerak

Media Belajar Bersama

Syukur alhamdulillah aktivitas pembelajaran Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 3 pada minggu pertama telah dilalui sejak Sabtu, 7 Agustus 2021 sampai 13 Agustus 2021. Aktivitas pada minggu pertama ini dimulai dengan giat Lokakarya yang dibuka oleh Bapak Dr. H. Subandi, M.M.Kepala PPPPTK PKn IPS dan dilanjutkan oleh Bapak Slamet Supriyadi, M.Ed.Fasilitator Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3.

Rangkaian giat minggu pertama dilanjutkan dengan Pembukaan dan Pre-test Paket Modul 1 pada Jumat, 12 Agustus 2021 dan Mulai dari Diri - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara.  Secara umum alhamdulillah pada minggu pertama ini tidak ada kendala berarti yang kami hadapi, hanya pada saat pembukaan terjadi kendala teknis ( listrik padam ) sehingga koneksi internet putus dalam mengikuti zoom meeting. Kendala teknis ini segera teratasi dengan berpindah tempat ke sekolah untuk bisa mengakses internet. Sehingga giat pembukaan tersebut bisa kami ikuti kembali.

Di awal pembelajaran yang disampaikan secara daring, Pendidikan Guru Penggerak sungguh memberikan pengalaman bagi kami calon guru penggerak. Mulai dari pengenalan dari masing-masing calon guru penggerak, pengajar praktik dan fasilitator. Bahagia dan senang bertemu dengan rekan-rekan calon guru penggerak dari berbagai karakteristik satuan pendidikan, budaya dan pribadi CGP yang beragam. Dari diskusi dan komunikasi baik yang difasilitasi melalui LMS atau secara langsung WA Grup menambah ilmu dan pemahaman dalam belajar dengan rekan-rekan CGP.  Saya mencoba menuliskan perasaan yang setelah mengikuti setiap sesi kegiatan ,sengaja kami posting di akun Facebook pribadi,berikut diantaranya yang saya tulis :

“Jalani, nikmati dan pelajari. Teruslah bergerak belajar, berbagi, beramal tuk kemajuan dan kemakmuran negeri tercinta melalui pembangunan pendidikan yang berkualitas. berusaha mewujudkan pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila” diposting 8 Agustus 2021W6oDzZNc3qT4q0DdCn0-jaaRy2MKZdWqkbEezH2Ta_rmClX4SN2kaFfh_2TiqR5iNrafgvg3tuJ-x-FugEhVbay_T8Yjn4FmLmeragCb403EAg3lWAcHNKM6glT6ExQDhavJyuab

 “Sekali dayung 2-3 pulau terlampaui Giat hari ini bersama Bapak Ibu Guru Hebat sedari pagi hingga sore. Diklat Online Psikotep ( Psikologi dan Teknologi Pembelajaran) hari pertama oleh PSLCC dan APKS PGRI Kabupaten Jember dengan Narasumber: Prof. Drs. Dafik, M.Sc. Ph.D dengan materi "Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran IR 4.0 dalam Mengembangkan Metaliteracy". 

Di lain room virtual meeting ...  juga ikuti giat Bimbingan Teknis LMS Pendidikan Guru Penggerak yang dilaksanakan oleh P4TK PKn dan IPS dengan pemateri Fasilitator CGP Bapak Slamet Supriyadi, S.Kom., M.Ed.”diposting 10 Agustus 2021

YoCKSMkRJtdt5sYQ7wORbGW1j9fFAWb-Gmr7oCV8quwYK7ouveMGXeMqsrE74kD4JrxEUdxExZ3yWl8AwwLYLg9eo334-N5WzyB0UqwfA_pK5wyi4kTAW54udTS6S-Zjtu-jym9i

“76 tahun kita merdeka atas jasa para leluhur kita, pahlawan bangsa yang berjuang tanpa pamrih. Pengorbanan jiwa raga dan harta untuk kemerdekaan sebuah bangsa, Bangsa Indonesia bumi pertiwi yang kita cintai. Kemerdekaan yang dipersembahkan untuk generasi bangsa. Yukkkk...

.. Kita bersama sebagai pendidik, generasi bangsa secara kolaborasi mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila”Diposting 12 Agustus 2021

zk3g5iV8u_tjsfL_1jEgbew-5uQjPx2Jv3O3KnRa1thvQ8fmkoSYm50R2ipdpbbFhCIk_oj4Fs6tlI7L09Ae3kW2c8cG4GGLYDxv0jzuntMAY8tJK_6FxnqgN772ejBqO95Wtvq1

 

“Pelatih, pembina Pramuka bagian dari pendidik yang harus bersama-sama membawa pengajaran dan pendidikan nasional menghasilkan generasi bangsa yang unggul, trengginas dan berakhlakul karimah. Berikan kemerdekan kepada generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, berkarya sebagai bekal kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selamat Hari Pramuka ke 60. Jaya dan sukses membawa bangsa yang bermartabat dan unggul” Diposting 14 Agustus 2021 Siap tuk berproses sebagai agen perubahan 🇮🇩 Siap laksanakan transformasi pendidikan Indonesia 🇮🇩

_o1YQIkgv9o9j_boKpRZ6WKo_bhwc3qp7M5Xab0b02JGeozzNyKrvFe5gx4Wqs38rObmIPqB16fttvM2h2MypXUtEs5qZjbLurPIK6KKGvThfEk53ulndezZ9S_jrEr76wwyECoj


Itulah bagian dari rasa senang dan luapan rasa jiwa yang saya tuangkan dalam postingan di akun facebook pribadi, hal ini merupakan bagian hasil support semangat dan atas pemahaman materi yang saya dapat selama minggu pertama pendidikan Guru Penggerak angkatan 3.

Selama minggu pertama kami mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ini banyak pelajaran yang kami dapat diantaranya :

  1. lebih memahami filosofi Ki hajar Dewantara sebagai pondasi dasar kita sebagai pendidik dalam menuntun anak didik kita mencapai kebahagian dan kesalamatan dalam hidup dan kehidupannya di masyarakat. Ki Hajar Dewantara sebagai Founding Fathers Pendidikan Nasional telah memberi konsep pendidikan dan pengajaran secara umum dengan mengartikan Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah/bermanfaat untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dari pengertian diatas jelas Pemikiran Ki Hajar Dewantara ini menuntun kepada segenap komponen pendidikan dari Pemerintah, Pemerhati Pendidikan, Institusi Pendidikan, Masyarakat dan khususnya kepada kita sebagai Pendidik untuk mempersembahkan sebuah pengajaran dan pendidikan ini sebagai bentuk proses transformasi, komunikasi dan pembimbingan yang dapat memberi manfaat/ faedah kepada peserta didik dalam mempersiapkan menghadapi kehidupan nyata bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. tentunya kita berharap juga anak didik kita mencapai kebahagiaan dan keselamatan seutuhnya dalam menjalani kehidupannya. Peserta didik kita gambarkan sebuah benih yang perlu tumbuh kembang dengan sempurna sesuai kodratnya yang memiliki karakteristik berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya. Kita Pendidik perlu mempersiapkan sarana, wadah dan media untuk tumbuh kembang anak didik kita sehingga menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kecakapan hidup dengan bekal kompetensi diri. Selain itu kita pendidik harus mampu merawat, menyirami dan memupuk anak didik kita dengan perlakuan dan tuntunan dengan kasih sayang dengan pola ASAH,ASUH dan ASIH sehingga anak didik kita tumbuh kembang menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti luhur.

  2. Pemikiran KHD merupakan pondasi dan tuntunan bagi kita sebagai pendidik dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. saat ini dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang pendidikan sangatlah pesat. Dengan mudahnya berselancar bebas mengakses informasi , berkomunikasi tanpa tidak bertemu langsung ( tatap maya), sangat relevan bahwa sebagai pendidik memberikan seluasnya kepada peserta didik untuk belajar secara merdeka sesuai dengan kodratnya sebagai individu, belajar secara kolaborasi tanpa batas subjek yang harus menjadi teman belajar, belajar tanpa batas sumber yang dapat menjadi rujukan belajarnya, belajar secara bebas kapan waktu untuk belajarnya. maka dari itu sepatutnya kita sebagai pendidik memberikan kemerdekaan belajar kepada anak didik kita dengan tetap menjaga norma sosial yang berlaku dan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.pendampingan dan arahan dalam menuntun sikap serta mengedepankan budi pekerti sesuai dengan budaya warisan para leluhur kita. Terwujud peserta didik tangguh memiliki kecakapan hidup berakhlakul karimah.


Hal ini menjadi keinginan dari kami sebagai pendidik ( CGP ) untuk terwujud dan dengan upaya, ikhtiar serta doa semoga pendidikan mencapai pendidikan yang berkualitas dan memberi pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Upaya-upaya komunikasi dan kolaborasi dibangun dengan berbagai pihak warga sekolah dilakukan untuk tercipta pendidikan yang bisa membawa peserta didik mencapai kebahagian dan keselamatan dalam kehidupannya. Amin semoga kita diberikan kekuatan, kesabaran dan kesehatan dalam menjalani amanah sebagai pendidik agen perubahan.


Setelah memahami pemikiran filosofi Ki Hajar Dewantara ini kami berharap nantinya kedepan kami sebagai pendidik memaksimalkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, memberikan kemerdekaan belajar, berfikir, berkreasi dan berinovasi. Bisa melaksanakan peran pendidik sesuai harapan yaitu  :

  • Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya

  • Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah

  • Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah

  • Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

  • Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

Senin, 20 April 2020

Ingin Tahu Tip Menulis Cepat dan Tepat ? Berikut Jawabannya.



Malam ini merupakan kali pertama saya mengikuti  pelatihan daring melaui WA grup Belajar Menulis Gel. 3. Pelatihan ini dijadwalkan pukul 19.00-21.00 wib dengan dibagi menjadi 2 sesi. Luar biasa pada pelatihan menulis kali ini Om Jay sebagai mentor dan pelaksana pelatihan menulis menghadirkan Bapak Catur Nurrochman Oktavian, M. Pd. Beliau adalah Ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI sekaligus Redaktur Suara Guru PGRI.
Dalam pelatihan ini, Pak Bambang yang biasa disapa Mr. BamS menyapa dan memulai percakapan dengan Om Catur panggilan akrab Pak catur yang akan menyampaikan materi dengan judul Menulis Cepat dan Tepat di Media ( Daring dan Luring ). Judul yang sangat menarik untuk untuk kita ikuti.
Sebagai pembuka sapa Om catur menyampaikan bahwa Passion beliau dalam menulis dimulai sejak 1999. Pertama menerbitkan karya dalam bentuk buku di tahun 2003 dan Sampai sekarang alhamdulillah terus menulis. Sungguh kalimat pembuka yang membuat kita semua ada semangat untuk memulai belajar menulis.
Berikut ulasan dan tip yang disampaikan oleh Om catur catur bagaimana kita bisa menulis dengan cepat dan tepat :

Pertama, kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Apa itu musuh utamanya? Yaitu adalaha rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring atau daring. Takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya. Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”.  Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.

Kedua, Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Rumus jitu ini dilonarkan oleh Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.
Noted: “Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”.
Kalau suka traveling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda. Salah satu yang membuat seseorang  tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.

Ketiga, Menulislah seperti berbicara.
Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?
Bagimana bagi seorang pemula ? Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama?. Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Jika ingin tulisan dimuat di media, maka perlu diketahui informasi tentang gaya selingkungnya. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.  Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.
Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Setelah mendapatkan sharing dari saya di atas, mengapa masih ada keraguan menghasilkan draf tulisan?. Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Note : “Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali”.
Dari paparan dan jamuan tip menulis malam dari Om Catur, beragam pertanyaan dari para peserta.

Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban yang sungguh menarik untuk kita simak :

ü  Assalamualaikum pak Catur . Nama saya Rasita dari Kab Mukomuko Bengkulu.
Pertanyaan saya. Apa contoh kata dan kalimat yang kita masukkan dalam cerita sehingga pembaca tidak paham ? Terima kasih

 Jawab Om Catur : Terima kasih ibu Rasita dari Bengkulu. Pertanyaan yang bagus. Hindari menulis dengan kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh: Ruangan yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat stasiun UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang membawa penumpang dari Jakarta-Bogor PP, itu biasanya sampai aku berangkat kerja, suara itu sering terdengar, sehingga aku sering hafal beberapa kalimat petugas stasiun.

ü  Kalimat di atas memusingkan
Assalamualaikum wr wb. Sampai hari ini saya blm yakin saya bisa menulis. Saya bertanya bagaimana agar jsi tulisan itu penting.  Apakah kita harus menulis yang ilmiah. Ambillah seperti artikel.
Maaf terkait gaya selingkung apa yg dimaksud menurut bapak mana yg lebih mungkin sebagai pemula menulis untuk menjadi buku atau menulis artikel untuk dibukukan

Jawan Om Catur : Pertanyaan pertama ini coba saya jawab. Agar tulisan menjadi penting, maka pesan dan informasi yang dibutuhkan pembaca bisa tersampaikan dengan baik dan jelas. Seperti yang saya sampaikan di atas, mulailah dari hal yang Anda sukai. Kalau Anda suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel populer, features yang ringan, maka kerjakanlah ini.
Gaya Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai jati diri, penciri media itu. Sesuai dengan kebijakan redaksi masing masing. Misal, ada media yang membatasi bahwa tulisan yang akan dimuat di medianya minimal 600 kata, hurufnya times new roman, spasi 1.15, dsb. Memulai menulis artikel yang Anda sukai temanya. “Dan yang lebih penting mulailah menulis”

ü  Assalamu'alaikum, Om Catur perkenalkan nama saya Winarti dari Tangerang, saya mau bertanya bagaimana kiat-kiat untuk menghilangkan rasa takut untuk menulis atau berkarya dan bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa percaya diri menulis atau berkarya? Terima kasih Om Catur.

Jawab Om Catur : Waalaikumsalam.  Ibu Winarti dari Tangerang. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan menulis. Menulis saja terus menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki). Menumbuhkan rasa percaya diri menulis adalah dengan terus menulis.

ü  Selamat malam pak, bagaimana kiat mengelola konsentrasi yang efektif dalam menulis? Tks. Yulius Roma-Tana Toraja

Jawab Om Catur : Selamat malam. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengelola konsentrasi yang efektif adalah dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih baik. Passion

ü  Assalamualaikum Om Catur , Saya Andy Muhtadin-Beltim Ke.Babel.
Jawab Om Catur : Menulis dg simpel dan apa adanya dg cepat tiga hal bagi kami pemula ini sebuah hal yg sangat sulit dan rumit, jdi jika itu dilakukan terkadng sangat simpel, sedikit, pendek, dan langsung pada poinnya saja. BAGAIMANA TIPSNYA AGAR SESUAI DG HARAPAN PEMBACA ?.
Menulislah seperti Anda berbicara. Ketika Anda berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika Anda berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami.
Tipsnya.Menulislah dengan kalimat yang tidak panjang-panjang”.
Menulislah seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?

ü  Assalamu'alaikum Om Catur, Saya Pak Etik dari Kabupaten Pemalang. Bagaimana Teknis menulis cepat ,apa kita membuat kerangka dulu atau langsung mengalir saja ?
Jawab Om Catur : Waalaikumsalam Pak Etik dari Pemalang. Pertanyaan yang bagus. Ada beragam teknik yang dilakukan penulis. Ada yang senang memulainya dengan membuat kerangka tulisan, ada yang menuliskan kerangka seperti spider web. Ada pula penulis yang langsung menuangkan dari pikirannya ke dalam tulisan. Namun biasanya setiap artikel memiliki kerangka Judul, lead (pendahuluan), isi, dan penutup. Silakan memilihnya sesuai dengan gaya dan kesukaan Anda. Selamat menulis.

ü  Selamat malam., Saya Ari Rumbini dari Purbalingga . mau kepo dikit. Apa yang memotivasi anda pertama kali menulis ? dan tema apa yang anda tulis ?
Jawab Om Catur : Selamat Malam, Ibu Ari Rumbini Purbalingga. Kepo yang menarik. Yang memotivasi saya menulis adalah rasa suka. Passion. Ada kenikmatan dan kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan melalui tulisan. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi lalu menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga.
Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan, menyenangkan. Saat ini menjadi redaktur pelaksana sebuah majalah, maka menulis menjadi suatu pekerjaan. Hampir tiap hari dituntut menulis.

ü  Maaf Om Catur, bagaimana caranya agar tulisan kita tetep nyambung atau konsisten dengan tujuan awal ketika kita mulai menulis, karena terkadang kita tidak mesti langsung selesai dalam menulis? Agus Purwadi, Ponjong
Jawab Om Catur : Dalam menulis memang ada kalanya tidak selesai langsung. Apalagi ketika writer's block itu datang. Agar tetap konsisten, maka kita dapat membaca tulisan tulisan orang lain yang sejenis atau dari buku bacaan sebagai referensi. Sehingga ada ide-ide yang kita bisa gali lebih lanjut. Yang jelas dalam menulis dilarang keras plagiat. Mengambil begitu saja karya orang lain tanpa dicantumkan

ü  Selamat mlm pak Catur, Saya seorang kontributor di sebuah tabloid pendidikan Nasional. Artikel yang saya tulis selalu berupa reportase , Bagaimana caranya ya..supaya bisa berkembang lagi, sehingga jenis tulisan itu bs masuk kategori lain? Rumondang sianturi( butet)-Tangerang

Jawab Om Catur : Terima kasih atas pertanyaan yang bagus. Apakah ibu suka travelling? Atau suka membaca buku biografi? Atau suka menganalisis kebijakan pendidikan? Kalau ibu jawab suka, maka mulailah menuliskan dari hal yang ibu sukai. Tentu akan ibu hasilkan sesuatu yang luar biasa. Cobalah.

ü  Selamat Malam. Super  Om Catur. Materi yg Simple, Padat, Familiar dan Mantul. Menulis cepat bgi kmi yg lebih senang mendengar, bagmana triknya agar banyak yg bisa terekam Om? Salam.Bernad.Toraja
Jawab Om Catur : Penulis yang baik biasanya adalah pengamat yang baik. Bagi yang suka mendengar atau kecerdasan audionya lebih, maka ketika mendengar sesuatu, maka siapkan catatan. Catat poin penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Atau pembicaraan direkam, kemudian barulah dituliskan. Banyak jalan menuju roma, banyak cara untuk menghasilkan karya

ü  Tanya Pak Catur dari Mukminin- Lamongan. Untuk menulis di rubrik opini koran berapa kata maksimal? Terimakasih
Jawab Om Catur  : Siap dijawab Pak Mukminin dari Lamongan. Pertanyaan yang bagus. Seperti saya sudah utarakan di atas, bahwa tiap media memiliki gaya, ciri masing masing sesuai kebijakannya. Tidak selalu sama. Itulah yang dinamakan gaya selingkung. Misal, media jawa pos mengharuskan tulisan opini minimal 600 kata. Atau majalah Suaraguru, untuk tulisan opini minimal 700 kata. Jadi berbeda-beda. Bisa ditanyakan di redaksi masing-masing atau biasanya tertulis di salah satu bagian media itu.

Demikian resume pelatihan menulis daring melaui WA group yang dipandu oleh Mr. BamS dan sebagai pemateri Om Catur dari PB PGRI, semoga resmue ini bermanfaat bagi kita semua
#SalamLiterasi
#Menulismenulisdanterusmenulis
Terimakasi Om Jay, Mr BamS dan pastinya Om Catur. MANTAP