Jumat, 27 Agustus 2021

PELATIHAN WEB TOOLS PEMBELAJARAN




Assalamu 'alaikum Wr. Wb. 


*Salam pendidikan*

Peningkatan kualitas guru dalam era pandemi dan telah dilaksanakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas tidak membuat guru harus mundur dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik terbaik Indonesia. Masih dalam pengoptimalisasian Media Pembelajaran Digital guru harus mampu menemukan inovasi dan kreasi sebagai pendidik. Jadi penggunaan web dan android tidak hanya untuk hiburan semata.

Untuk itulah kami dari Komunitas Guru Sekolah Dasar (KGSD) Gugus IV Sultan Syarif Abdurrahman melaksanakan kegiatan pelatihan salah satu nya adalah "Optimalisasi Pemanfaatan Web Tools Pembelajaran" bagi guru sekolah Pendidikan Dasar yang akan menghadirkan Narasumber Bapak Syaiful Rahman, S.Pd., M.Pd., dari Dewan Eksekutif APKS PGRI Kab.Jember Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 28 Agustus 2021 di SD Negeri 23 Pontianak Timur dengan Metode Daring dan Tatap muka.

Silahkan daftar dan simak kegiatan ini di :

https://s.id/PelatihanWebtools-KGSD4

Meeting Id :

840 4739 3929

Pascode : KGSD4

Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua. Yokk kita saksikan dan pelajari acara yang bagus dan bermanfaat ini.

Contact Person :

1. Astra Norvita (SD Plus 

    Bina 45) 

    WA 0812-5678-1977

2. Tini Kurnia (SDN 23 

     Pontianak Timur)

     WA 0899-1387-549

3. Mildayanti (SDN 07 

     Pontianak Timur) 

     WA 0852-4524-9258 

Kegiatan ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak bekerja sama dengan Badan Eksekutif APKS PGRI Kab.Jember

Sabtu, 21 Agustus 2021

Jurnal Refleksi - Minggu 2 (CGP )

Media Belajar Bersama

Minggu pertama dalam Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 sudah terjalani, bersyukur kita panjatkan kepada Tuhan YME masih diberi kesempatan dan sehat untuk terus mengikuti pada minggu kedua.

Di minggu kedua ini tidak ada kendala teknis yang kami hadapi, baik dalam mengikuti diskusi bersama kelompok dalam satu kelas maupun mempelajari materi secara mandiri di LMS. Komunikasi berjalan dengan baik dengan para sesama CGP, pengajar praktik, instruktur dan fasilitator. Berikut rangkuman uangkapan perasaan yang kami coba dokumentasikan melalui akun Facebook pribadi,berikut diantaranya yang saya tulis :


“ Bergerak terus belajar dan berbagi, jangan pernah berhenti berbuat kebaikan. Jangan mengukur sejauh mana yang telah kita lampaui,tapi teruslah bergerak dinamis bertransformasi kearah yang lebih baik memcapai kebahagian dan kesalamatan.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

"Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang terlaknat." ( Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA). 

#Belajar_Bergerak_Berbagi_Beramal

#GuruPenggerak

Merasa bahagia dengan belajar dan berbagi bersama mereka

Diposting 19 Agustus 2021


“Kita sebagai pendidik sepatutnya kembali kepada ruh pendidikan yang disampaikan oleh KHD. Kita harus mampu menggerakkan diri sendiri, lingkungan( Sekolah dan Masyarakat ) khususnya warga sekolah untuk terus bergerak berubah lebih baik . memberi semangat dan motivasi kepada anak didik kita untuk terus tumbuh kembang menyiapkan bekal dalam kehidupannya kelak bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu pula kita bisa menjadi pemimpin pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik.”


“Sungguh memberi semangat perubahan kepada kita pendidik untuk terus belajar dan menjadi teladan, motivator dan fasilitator bagi anak didik kita. Pola Asah, Asuh dan Asih dalam pendidikan dengan tetap bersemboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

“Ucapan syukur patut kita haturkan kepada Allah SWT dan terimaksih tak hingga kepada Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang telah mendobrak "keterbelengguan dan keterkungkungan" pendidikan dan pengajaran pada zaman kolonial belanda. Taman Siswa Ki Hajar Dewantara dengan segala Filosofinya memberi ruh kehidupan pada pendidikan dan pengajaran indonesia. kemerdekaan dalam belajar, kemerdekaan berekspresi, berinovasi, berkreasi dan berkolaborasi sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik. saat ini waktunya kita kembali merdeka mengembalikan ruh pendidikan dan pengajaran untuk pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik dan terlahir pelajar dengan profil pancasila”


“Jika kita merujuk pada arti Pendidikan dan Pengajaran menurut KHD “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”. Pengajaran bertujuan memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Maka kita pendidik bersama seluruh elemen pendidikan memiliki tanggungjawab bersama menuntun peserta didik menemukan jati diri manusia merdeka seutuhnya dalam artian merdeka berfikir, berkreasi dan berkarya untuk menyiapkan kehidupannya lahir batin di masyarakat. Pendidikan menjadi tempat belajar, berlatih dan menumbuh kembangkan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kita pendidik berkewajiban memberikan ruang sepenuhnya untuk tumbuh kembang peserta didik dengan tetap menguatkan karakter dan akhlak mulia. Dimanapun kita berada disekolah , dimasyarakat tetapalah menjadi bagian yang selalau memberi manfaat kepada orang lain khususnya kepada peserta didik kita.”


“Setiap benih memiliki karakteristik dan potensi masing-masing, begitu juga anak secara alamiah memiliki kekuatan jiwa dan potensi tumbuh kembang yang berbeda-beda. Kita sebagai pendidik dan berperan sebagai orang tua seharusnya menyiapkan media dan merawat untuk tumbuh kembangnya anak berupa pendidikan dengan pengajaran yang tepat dengan berdasar pada filosofi pendidikan yang disampaikan oleh KHD. Kita pendidik sekaligus orang tua harus memberikan ruang dan waktu atas kemerdekaan dalam belajar dengan tetap mempertimbangkan, memperhatikan budaya luhur dan adab kearifan lokal. Keterbukaan akses informasi melalui kecanggihan teknologi memudahkan anak dan kita semua dalam menyerap, meniru, memproduksi karya. tetapi kita tetap harus memiliki kewaspadaan atas apa yang diserap dipelajari oleh anak didik kita. ada kendali agar nantinya tujuan pembelajaran dan pendidikan tercapai keselamatan serta kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat(KHD).”


“Sebagai pedoman kita pendidik, uraian dari KHD sungguh memberi pencerahan dalam melakukan proses pengajaran kepada anak didik kita. Setiap insan memiliki kodrat ketentuan keaslian sifat, karakter bawaan alam sejak dalam kandungan yang tentunya ini merupakan warna dasar setiap anak didik. Kodrat alam ini berlanjut ketika mereka( anak didik ) bergaul, berkomunikasi dan hidup dalam keluarga maupun masyarakat. Dilain sisi setiap insan ( anak didik ) akan melalui sebuah proses pembelajarannya untuk mencapai hidup dan kehidupannya pada zamannya. Kita pendidik tidak bisa menyamakan perlakuan terhadap anak didik sekarang seperti kita masih dalam posisi sebagai anak didik terdahulu. Tuntutan kecakapan hidup disetiap zaman akan berbeda maka kitapun sebagai pendidik dalam mengisi dan mewarnai arah hidup peserta didik harus adaptif terhadap perkembangan pengetahun dan teknologi dengan tetap mengutamakan adab kultur luhur budaya bangsa . Tetaplah kita berupaya memberi yang terbaik untuk anak didik kita.”

Sangat setuju atas pemikiran KHD bahwa Keluarga merupakan pendidikan pertama upaya tumbuh kembang anak dalam Budi Pekertinya. Ada pepatah " Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya", jika kita teliti dan amati ketelatadanan keluarga menjadi hal utama dalam pembentukan budi pekerti anak. Orang tua ( keluarga ) akan mewarnai karakter dan watak anak. Apa yang dilihat, didengar dan dirasakan anak dalam berkomunikasi dalam keluarga secara langsung akan terekam dalam otak pikiran, dirasa lanjut berproses berbuah pada sebuah tindakan . Maka dari itu pentingnya kita memberi layanan Asah, Asuh dan Asih kepada anak dengan memberikan kemerdekaan dalam berekspresi, berkomunikasi dan eksplorasi diri dengan tentunya tetap ada kendali pendampingan arahan orang tua yg beradab menjunjung tinggi etika dan adap sopan santun. Jika pendidikan yang diberikan oleh orang tua selaras dengan pemikiran dari KHD dan kita pendidik disekolah menyambut dengan memberi pelayan pembelajaran yang bermakna maka terwujudlah budi pekerti luhur.”

“pengajaran dan pendidikan yang diberikankapada anaka didik kita membutuhkan metode, cara atau strategi mencapai tujuan yang kita inginkan. KHD mempersembahkan dan menuntun kita pendidik bagaimana memberikan pengajaran yang bermakna bagi anak didik kita. bermakana dalam menghantarkan kecakapan hidupnya. Kita pendidik sepatutnya memberi kemerdekaan belajar kepada anak didik kita sesuai dengan karakteristiknya. Metode Montesori, Frobel dan taman siswa menjadi contoh dalam memberikan pengajaran yang bermakna dengan menguatkan olah raga, olah pikir, olah hati, olah karsa/rasa.”

“Ki Hajar Dewantara dengan filosofinya telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan ,dimulai dari KHD dalam memperjuangkan pengajaran dan pendidikan diberikan sepenuhnya kepada rakyat tanpa pandang bulu, tanpa melihat status sosial atau status ekonomi dalam masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa Pendidikan merupakan media semai anak didik kita, sehingga pendidikan harus menajdi ladang tempat yang subur tumbuh kembangnya anak didik kita. Pendidikan bukan hanya sekadar tempat untuk mencetak anak didik menjadi pintar, tetapi yang lebih penting pendidikan dapat menuntun anak didik kita menjadi anak didik yang beradap, mengetahu dan memahami budaya luhur bangsa. Dilain sisi pendidikan harus memfasilitasi tumbuh berkembangnya kebudayaan dan peradaban yang luhur dengan tidak meninggalkan kearifan lokal. saatnya kita bersama memberi kemerdekaan kepada anak didik kita dalam berpikir, berkreasi, berinovasi dan berkarya. Terimakasih KHD atas segala dasar pemikiran yang ditanamkan kepada kita pendidik.”

“Ucapan syukur patut kita haturkan kepada Allah SWT dan terimaksih tak hingga kepada Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang telah mendobrak "keterbelengguan dan keterkungkungan" pendidikan dan pengajaran pada zaman kolonial belanda. Taman Siswa Ki Hajar Dewantara dengan segala Filosofinya memberi ruh kehidupan pada pendidikan dan pengajaran indonesia. kemerdekaan dalam belajar, kemerdekaan berekspresi, berinovasi, berkreasi dan berkolaborasi sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik. saat ini waktunya kita kembali merdeka mengembalikan ruh pendidikan dan pengajaran untuk pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik dan terlahir pelajar dengan profil pancasila”

Demikiaanlah catatan pentinga bagi kami sebagai Eksplorasi Konsep - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara selama minggu kedua dalam pndidikan Guru Penggerak ini


Diminggu kedua ini semakin bertambah pengetahuan dan pemahamn kami tentang konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara, dengan dilatih menyampaikan esplorasi konsep menambah ketrampilan dan penguasaan dalam berbahasa lisan  dan tulisan, berpikir kreatif dan merasa lebih maju dari sebelum mengikuti pendidikan guru penggerak ini.

Selain pemahaman konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara yang dapat kami terima, dengan panduan dan petunjuk fasilitator kami berkolaborasi secara berkelompok dalam menentukan sebuah keputusandan penyemaan persepsi yang kemudian dituangkan dalam bahasa tulis dan preentasi dalam menyusun desain kerangka pembelajaran Ki Hajar Dewantara. Berikut hasil desainnya yang kami susun secara mandiri : 


https://docs.google.com/presentation/d/1HbU5awwCjm_3dhAOTHSgtz-U2AgEY_sZIAwoMH3LPYA/edit?usp=sharing

emqz_X9DgoXiVufCHNUNlucvrLeMyMXpUGJdqVu7jdO1Gkdcexp0Mi2H2id8AE7Ywua2Qhp5vMNRpr7MhTxG-t7WnbIKdtxFb-CHVj-YMqemKLILC2zXnaS61F2njT0UAypgDwaAc5i-2Z5dqMdhJ1ZGlV9u_xykhH0yCP7X2pRYSBFXUQrEQPxsGxGkMUpzYelDWXdFfQMXzwaCy-rWFXTyCoWmUyyf6Jo2967egtiNmbeo5UTjZG5OIPrfBChio_EVHdSalGZL3c5JrLgnsolhTu22z0PkgcjUD3W_V_ph8wqCkYEm-DLIn7Fwk3IbEQmXCjJG5QDfUQ9lrNLQBSu2E0iBa9zPdiT4n05pJFx2iCdAl8fAydoL5iUqnR5i1Jxw6HS8MePdiZ5_nf-RcfTN

opNlWIvrDQ-S0DriZ0-xViejJctKbmjAWp6gBK9H5mgY4VtR26Gt7geD5zVHBKKyKz4NmZoAdFPelYj9ur8Fnv1whGy4I32Jimt0gj5wfMtX1b33h2d_hiyS3icsYROX1ZN8Ea1-

EGELHATYtNVFXB-uZILLt4FPFGA5GH4o3GJfqBJtf5Y_DVW6Jl3aALDltsrV8_l-xjTq1DsLM9EG1eGol4wUKtKdPNM2tSc4n6t-wiTt9Dwl_QxWDQnq1Es7sMtBjJfYGaueUt3vftRZ5VTEFDoohsl0SF6x48Lu9t7PVU6BEH8hvFx7hFIz-boqiDYHCln_JOcQQTo5-D1mHrm67hNaTXAPluXZcCSD3caUEidLbztpFuYMubPpBnxlCfHT6ni_pjPxNXiEaaOd36yzi4JGpGGY7Pad2od-ss2PafDOoxpD_WCxotILiZjt6HsKmKBf7okpqRQ3vCHdhVpIOvoQf9WA2M9s-TcrWU9F9qV_k1PTl_lTWhLxddR1FVIoHUtyxIK1MiiUQDoAjchV15apMBPU0rjmwBPCbcDEXyPHkUARgC5I3QAqqYLKuh360yRbe8OIlXyFgiOisY3NIbqvCLIL4WP347l38Jz9SKzG2WJeE1ipTaDMLlAPmKpqhvQ_3B23yjlqz_Z9csEHVym8hUXdKut_zDuf


Harapan setelah belajar tentang konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara dan menyusun desain kerangka pembelajaran Ki Hajar Dewantara kami dapat menerapkannya di lingkup sekolah dan utamanya memberikan pembelajaran yang bermakna berpusat pada anak didik dengan pola Asah, Asuh dan Asih.

Jurnal Refleksi - Minggu 1 Calon Guru Penggerak

Media Belajar Bersama

Syukur alhamdulillah aktivitas pembelajaran Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 3 pada minggu pertama telah dilalui sejak Sabtu, 7 Agustus 2021 sampai 13 Agustus 2021. Aktivitas pada minggu pertama ini dimulai dengan giat Lokakarya yang dibuka oleh Bapak Dr. H. Subandi, M.M.Kepala PPPPTK PKn IPS dan dilanjutkan oleh Bapak Slamet Supriyadi, M.Ed.Fasilitator Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3.

Rangkaian giat minggu pertama dilanjutkan dengan Pembukaan dan Pre-test Paket Modul 1 pada Jumat, 12 Agustus 2021 dan Mulai dari Diri - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara.  Secara umum alhamdulillah pada minggu pertama ini tidak ada kendala berarti yang kami hadapi, hanya pada saat pembukaan terjadi kendala teknis ( listrik padam ) sehingga koneksi internet putus dalam mengikuti zoom meeting. Kendala teknis ini segera teratasi dengan berpindah tempat ke sekolah untuk bisa mengakses internet. Sehingga giat pembukaan tersebut bisa kami ikuti kembali.

Di awal pembelajaran yang disampaikan secara daring, Pendidikan Guru Penggerak sungguh memberikan pengalaman bagi kami calon guru penggerak. Mulai dari pengenalan dari masing-masing calon guru penggerak, pengajar praktik dan fasilitator. Bahagia dan senang bertemu dengan rekan-rekan calon guru penggerak dari berbagai karakteristik satuan pendidikan, budaya dan pribadi CGP yang beragam. Dari diskusi dan komunikasi baik yang difasilitasi melalui LMS atau secara langsung WA Grup menambah ilmu dan pemahaman dalam belajar dengan rekan-rekan CGP.  Saya mencoba menuliskan perasaan yang setelah mengikuti setiap sesi kegiatan ,sengaja kami posting di akun Facebook pribadi,berikut diantaranya yang saya tulis :

“Jalani, nikmati dan pelajari. Teruslah bergerak belajar, berbagi, beramal tuk kemajuan dan kemakmuran negeri tercinta melalui pembangunan pendidikan yang berkualitas. berusaha mewujudkan pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila” diposting 8 Agustus 2021W6oDzZNc3qT4q0DdCn0-jaaRy2MKZdWqkbEezH2Ta_rmClX4SN2kaFfh_2TiqR5iNrafgvg3tuJ-x-FugEhVbay_T8Yjn4FmLmeragCb403EAg3lWAcHNKM6glT6ExQDhavJyuab

 “Sekali dayung 2-3 pulau terlampaui Giat hari ini bersama Bapak Ibu Guru Hebat sedari pagi hingga sore. Diklat Online Psikotep ( Psikologi dan Teknologi Pembelajaran) hari pertama oleh PSLCC dan APKS PGRI Kabupaten Jember dengan Narasumber: Prof. Drs. Dafik, M.Sc. Ph.D dengan materi "Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran IR 4.0 dalam Mengembangkan Metaliteracy". 

Di lain room virtual meeting ...  juga ikuti giat Bimbingan Teknis LMS Pendidikan Guru Penggerak yang dilaksanakan oleh P4TK PKn dan IPS dengan pemateri Fasilitator CGP Bapak Slamet Supriyadi, S.Kom., M.Ed.”diposting 10 Agustus 2021

YoCKSMkRJtdt5sYQ7wORbGW1j9fFAWb-Gmr7oCV8quwYK7ouveMGXeMqsrE74kD4JrxEUdxExZ3yWl8AwwLYLg9eo334-N5WzyB0UqwfA_pK5wyi4kTAW54udTS6S-Zjtu-jym9i

“76 tahun kita merdeka atas jasa para leluhur kita, pahlawan bangsa yang berjuang tanpa pamrih. Pengorbanan jiwa raga dan harta untuk kemerdekaan sebuah bangsa, Bangsa Indonesia bumi pertiwi yang kita cintai. Kemerdekaan yang dipersembahkan untuk generasi bangsa. Yukkkk...

.. Kita bersama sebagai pendidik, generasi bangsa secara kolaborasi mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila”Diposting 12 Agustus 2021

zk3g5iV8u_tjsfL_1jEgbew-5uQjPx2Jv3O3KnRa1thvQ8fmkoSYm50R2ipdpbbFhCIk_oj4Fs6tlI7L09Ae3kW2c8cG4GGLYDxv0jzuntMAY8tJK_6FxnqgN772ejBqO95Wtvq1

 

“Pelatih, pembina Pramuka bagian dari pendidik yang harus bersama-sama membawa pengajaran dan pendidikan nasional menghasilkan generasi bangsa yang unggul, trengginas dan berakhlakul karimah. Berikan kemerdekan kepada generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, berkarya sebagai bekal kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selamat Hari Pramuka ke 60. Jaya dan sukses membawa bangsa yang bermartabat dan unggul” Diposting 14 Agustus 2021 Siap tuk berproses sebagai agen perubahan ðŸ‡®ðŸ‡© Siap laksanakan transformasi pendidikan Indonesia ðŸ‡®ðŸ‡©

_o1YQIkgv9o9j_boKpRZ6WKo_bhwc3qp7M5Xab0b02JGeozzNyKrvFe5gx4Wqs38rObmIPqB16fttvM2h2MypXUtEs5qZjbLurPIK6KKGvThfEk53ulndezZ9S_jrEr76wwyECoj


Itulah bagian dari rasa senang dan luapan rasa jiwa yang saya tuangkan dalam postingan di akun facebook pribadi, hal ini merupakan bagian hasil support semangat dan atas pemahaman materi yang saya dapat selama minggu pertama pendidikan Guru Penggerak angkatan 3.

Selama minggu pertama kami mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ini banyak pelajaran yang kami dapat diantaranya :

  1. lebih memahami filosofi Ki hajar Dewantara sebagai pondasi dasar kita sebagai pendidik dalam menuntun anak didik kita mencapai kebahagian dan kesalamatan dalam hidup dan kehidupannya di masyarakat. Ki Hajar Dewantara sebagai Founding Fathers Pendidikan Nasional telah memberi konsep pendidikan dan pengajaran secara umum dengan mengartikan Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah/bermanfaat untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dari pengertian diatas jelas Pemikiran Ki Hajar Dewantara ini menuntun kepada segenap komponen pendidikan dari Pemerintah, Pemerhati Pendidikan, Institusi Pendidikan, Masyarakat dan khususnya kepada kita sebagai Pendidik untuk mempersembahkan sebuah pengajaran dan pendidikan ini sebagai bentuk proses transformasi, komunikasi dan pembimbingan yang dapat memberi manfaat/ faedah kepada peserta didik dalam mempersiapkan menghadapi kehidupan nyata bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. tentunya kita berharap juga anak didik kita mencapai kebahagiaan dan keselamatan seutuhnya dalam menjalani kehidupannya. Peserta didik kita gambarkan sebuah benih yang perlu tumbuh kembang dengan sempurna sesuai kodratnya yang memiliki karakteristik berbeda-beda antara satu individu dengan individu lainnya. Kita Pendidik perlu mempersiapkan sarana, wadah dan media untuk tumbuh kembang anak didik kita sehingga menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kecakapan hidup dengan bekal kompetensi diri. Selain itu kita pendidik harus mampu merawat, menyirami dan memupuk anak didik kita dengan perlakuan dan tuntunan dengan kasih sayang dengan pola ASAH,ASUH dan ASIH sehingga anak didik kita tumbuh kembang menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti luhur.

  2. Pemikiran KHD merupakan pondasi dan tuntunan bagi kita sebagai pendidik dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. saat ini dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang pendidikan sangatlah pesat. Dengan mudahnya berselancar bebas mengakses informasi , berkomunikasi tanpa tidak bertemu langsung ( tatap maya), sangat relevan bahwa sebagai pendidik memberikan seluasnya kepada peserta didik untuk belajar secara merdeka sesuai dengan kodratnya sebagai individu, belajar secara kolaborasi tanpa batas subjek yang harus menjadi teman belajar, belajar tanpa batas sumber yang dapat menjadi rujukan belajarnya, belajar secara bebas kapan waktu untuk belajarnya. maka dari itu sepatutnya kita sebagai pendidik memberikan kemerdekaan belajar kepada anak didik kita dengan tetap menjaga norma sosial yang berlaku dan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.pendampingan dan arahan dalam menuntun sikap serta mengedepankan budi pekerti sesuai dengan budaya warisan para leluhur kita. Terwujud peserta didik tangguh memiliki kecakapan hidup berakhlakul karimah.


Hal ini menjadi keinginan dari kami sebagai pendidik ( CGP ) untuk terwujud dan dengan upaya, ikhtiar serta doa semoga pendidikan mencapai pendidikan yang berkualitas dan memberi pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Upaya-upaya komunikasi dan kolaborasi dibangun dengan berbagai pihak warga sekolah dilakukan untuk tercipta pendidikan yang bisa membawa peserta didik mencapai kebahagian dan keselamatan dalam kehidupannya. Amin semoga kita diberikan kekuatan, kesabaran dan kesehatan dalam menjalani amanah sebagai pendidik agen perubahan.


Setelah memahami pemikiran filosofi Ki Hajar Dewantara ini kami berharap nantinya kedepan kami sebagai pendidik memaksimalkan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, memberikan kemerdekaan belajar, berfikir, berkreasi dan berinovasi. Bisa melaksanakan peran pendidik sesuai harapan yaitu  :

  • Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya

  • Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah

  • Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah

  • Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

  • Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

Senin, 20 April 2020

Ingin Tahu Tip Menulis Cepat dan Tepat ? Berikut Jawabannya.



Malam ini merupakan kali pertama saya mengikuti  pelatihan daring melaui WA grup Belajar Menulis Gel. 3. Pelatihan ini dijadwalkan pukul 19.00-21.00 wib dengan dibagi menjadi 2 sesi. Luar biasa pada pelatihan menulis kali ini Om Jay sebagai mentor dan pelaksana pelatihan menulis menghadirkan Bapak Catur Nurrochman Oktavian, M. Pd. Beliau adalah Ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI sekaligus Redaktur Suara Guru PGRI.
Dalam pelatihan ini, Pak Bambang yang biasa disapa Mr. BamS menyapa dan memulai percakapan dengan Om Catur panggilan akrab Pak catur yang akan menyampaikan materi dengan judul Menulis Cepat dan Tepat di Media ( Daring dan Luring ). Judul yang sangat menarik untuk untuk kita ikuti.
Sebagai pembuka sapa Om catur menyampaikan bahwa Passion beliau dalam menulis dimulai sejak 1999. Pertama menerbitkan karya dalam bentuk buku di tahun 2003 dan Sampai sekarang alhamdulillah terus menulis. Sungguh kalimat pembuka yang membuat kita semua ada semangat untuk memulai belajar menulis.
Berikut ulasan dan tip yang disampaikan oleh Om catur catur bagaimana kita bisa menulis dengan cepat dan tepat :

Pertama, kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Apa itu musuh utamanya? Yaitu adalaha rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring atau daring. Takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya. Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”.  Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.

Kedua, Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Rumus jitu ini dilonarkan oleh Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.
Noted: “Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”.
Kalau suka traveling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda. Salah satu yang membuat seseorang  tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.

Ketiga, Menulislah seperti berbicara.
Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?
Bagimana bagi seorang pemula ? Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama?. Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Jika ingin tulisan dimuat di media, maka perlu diketahui informasi tentang gaya selingkungnya. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.  Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.
Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Setelah mendapatkan sharing dari saya di atas, mengapa masih ada keraguan menghasilkan draf tulisan?. Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Note : “Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali”.
Dari paparan dan jamuan tip menulis malam dari Om Catur, beragam pertanyaan dari para peserta.

Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban yang sungguh menarik untuk kita simak :

ü  Assalamualaikum pak Catur . Nama saya Rasita dari Kab Mukomuko Bengkulu.
Pertanyaan saya. Apa contoh kata dan kalimat yang kita masukkan dalam cerita sehingga pembaca tidak paham ? Terima kasih

 Jawab Om Catur : Terima kasih ibu Rasita dari Bengkulu. Pertanyaan yang bagus. Hindari menulis dengan kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh: Ruangan yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat stasiun UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang membawa penumpang dari Jakarta-Bogor PP, itu biasanya sampai aku berangkat kerja, suara itu sering terdengar, sehingga aku sering hafal beberapa kalimat petugas stasiun.

ü  Kalimat di atas memusingkan
Assalamualaikum wr wb. Sampai hari ini saya blm yakin saya bisa menulis. Saya bertanya bagaimana agar jsi tulisan itu penting.  Apakah kita harus menulis yang ilmiah. Ambillah seperti artikel.
Maaf terkait gaya selingkung apa yg dimaksud menurut bapak mana yg lebih mungkin sebagai pemula menulis untuk menjadi buku atau menulis artikel untuk dibukukan

Jawan Om Catur : Pertanyaan pertama ini coba saya jawab. Agar tulisan menjadi penting, maka pesan dan informasi yang dibutuhkan pembaca bisa tersampaikan dengan baik dan jelas. Seperti yang saya sampaikan di atas, mulailah dari hal yang Anda sukai. Kalau Anda suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel populer, features yang ringan, maka kerjakanlah ini.
Gaya Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai jati diri, penciri media itu. Sesuai dengan kebijakan redaksi masing masing. Misal, ada media yang membatasi bahwa tulisan yang akan dimuat di medianya minimal 600 kata, hurufnya times new roman, spasi 1.15, dsb. Memulai menulis artikel yang Anda sukai temanya. “Dan yang lebih penting mulailah menulis”

ü  Assalamu'alaikum, Om Catur perkenalkan nama saya Winarti dari Tangerang, saya mau bertanya bagaimana kiat-kiat untuk menghilangkan rasa takut untuk menulis atau berkarya dan bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa percaya diri menulis atau berkarya? Terima kasih Om Catur.

Jawab Om Catur : Waalaikumsalam.  Ibu Winarti dari Tangerang. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan menulis. Menulis saja terus menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki). Menumbuhkan rasa percaya diri menulis adalah dengan terus menulis.

ü  Selamat malam pak, bagaimana kiat mengelola konsentrasi yang efektif dalam menulis? Tks. Yulius Roma-Tana Toraja

Jawab Om Catur : Selamat malam. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengelola konsentrasi yang efektif adalah dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih baik. Passion

ü  Assalamualaikum Om Catur , Saya Andy Muhtadin-Beltim Ke.Babel.
Jawab Om Catur : Menulis dg simpel dan apa adanya dg cepat tiga hal bagi kami pemula ini sebuah hal yg sangat sulit dan rumit, jdi jika itu dilakukan terkadng sangat simpel, sedikit, pendek, dan langsung pada poinnya saja. BAGAIMANA TIPSNYA AGAR SESUAI DG HARAPAN PEMBACA ?.
Menulislah seperti Anda berbicara. Ketika Anda berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika Anda berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami.
Tipsnya.Menulislah dengan kalimat yang tidak panjang-panjang”.
Menulislah seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?

ü  Assalamu'alaikum Om Catur, Saya Pak Etik dari Kabupaten Pemalang. Bagaimana Teknis menulis cepat ,apa kita membuat kerangka dulu atau langsung mengalir saja ?
Jawab Om Catur : Waalaikumsalam Pak Etik dari Pemalang. Pertanyaan yang bagus. Ada beragam teknik yang dilakukan penulis. Ada yang senang memulainya dengan membuat kerangka tulisan, ada yang menuliskan kerangka seperti spider web. Ada pula penulis yang langsung menuangkan dari pikirannya ke dalam tulisan. Namun biasanya setiap artikel memiliki kerangka Judul, lead (pendahuluan), isi, dan penutup. Silakan memilihnya sesuai dengan gaya dan kesukaan Anda. Selamat menulis.

ü  Selamat malam., Saya Ari Rumbini dari Purbalingga . mau kepo dikit. Apa yang memotivasi anda pertama kali menulis ? dan tema apa yang anda tulis ?
Jawab Om Catur : Selamat Malam, Ibu Ari Rumbini Purbalingga. Kepo yang menarik. Yang memotivasi saya menulis adalah rasa suka. Passion. Ada kenikmatan dan kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan melalui tulisan. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi lalu menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga.
Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan, menyenangkan. Saat ini menjadi redaktur pelaksana sebuah majalah, maka menulis menjadi suatu pekerjaan. Hampir tiap hari dituntut menulis.

ü  Maaf Om Catur, bagaimana caranya agar tulisan kita tetep nyambung atau konsisten dengan tujuan awal ketika kita mulai menulis, karena terkadang kita tidak mesti langsung selesai dalam menulis? Agus Purwadi, Ponjong
Jawab Om Catur : Dalam menulis memang ada kalanya tidak selesai langsung. Apalagi ketika writer's block itu datang. Agar tetap konsisten, maka kita dapat membaca tulisan tulisan orang lain yang sejenis atau dari buku bacaan sebagai referensi. Sehingga ada ide-ide yang kita bisa gali lebih lanjut. Yang jelas dalam menulis dilarang keras plagiat. Mengambil begitu saja karya orang lain tanpa dicantumkan

ü  Selamat mlm pak Catur, Saya seorang kontributor di sebuah tabloid pendidikan Nasional. Artikel yang saya tulis selalu berupa reportase , Bagaimana caranya ya..supaya bisa berkembang lagi, sehingga jenis tulisan itu bs masuk kategori lain? Rumondang sianturi( butet)-Tangerang

Jawab Om Catur : Terima kasih atas pertanyaan yang bagus. Apakah ibu suka travelling? Atau suka membaca buku biografi? Atau suka menganalisis kebijakan pendidikan? Kalau ibu jawab suka, maka mulailah menuliskan dari hal yang ibu sukai. Tentu akan ibu hasilkan sesuatu yang luar biasa. Cobalah.

ü  Selamat Malam. Super  Om Catur. Materi yg Simple, Padat, Familiar dan Mantul. Menulis cepat bgi kmi yg lebih senang mendengar, bagmana triknya agar banyak yg bisa terekam Om? Salam.Bernad.Toraja
Jawab Om Catur : Penulis yang baik biasanya adalah pengamat yang baik. Bagi yang suka mendengar atau kecerdasan audionya lebih, maka ketika mendengar sesuatu, maka siapkan catatan. Catat poin penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Atau pembicaraan direkam, kemudian barulah dituliskan. Banyak jalan menuju roma, banyak cara untuk menghasilkan karya

ü  Tanya Pak Catur dari Mukminin- Lamongan. Untuk menulis di rubrik opini koran berapa kata maksimal? Terimakasih
Jawab Om Catur  : Siap dijawab Pak Mukminin dari Lamongan. Pertanyaan yang bagus. Seperti saya sudah utarakan di atas, bahwa tiap media memiliki gaya, ciri masing masing sesuai kebijakannya. Tidak selalu sama. Itulah yang dinamakan gaya selingkung. Misal, media jawa pos mengharuskan tulisan opini minimal 600 kata. Atau majalah Suaraguru, untuk tulisan opini minimal 700 kata. Jadi berbeda-beda. Bisa ditanyakan di redaksi masing-masing atau biasanya tertulis di salah satu bagian media itu.

Demikian resume pelatihan menulis daring melaui WA group yang dipandu oleh Mr. BamS dan sebagai pemateri Om Catur dari PB PGRI, semoga resmue ini bermanfaat bagi kita semua
#SalamLiterasi
#Menulismenulisdanterusmenulis
Terimakasi Om Jay, Mr BamS dan pastinya Om Catur. MANTAP


Kamis, 16 April 2020

Dilema Masa Belajar Di Rumah


Oleh : Afifa, S.Si
Guru SMP Negeri 2 Ajung, Jember
Kompetensi pedagogik seorang pendidik saat ini  harus di lengkapi dengan ilmu dalam bidang teknologi pembelajaran online. Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Anwar Makarim menghimbau aktivitas belajar bagi daerah terdampak COVID-19 bisa di lakukan di rumah, maka hampir seluruh sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran online.  Hal ini sesuai dengan pernyataan beliau tanggal 20 maret 2020 yaitu “proses Pembelajaran ataupun penyelesaian urusan administrasi dapat tetap berjalan dengan memnafaatkan teknologi”. 

Beberapa  dilema yang timbul dalam pembelajaran online dapat di bagi menjadi 3 sisi yang berbeda. Sisi pertama yaitu siswa atau peserta didik, yang kedua adalah guru sebagai pendidik dan yang ketiga adalah orang tua atau wali murid. Sebagai pendidik telah menggunakan berbagai cara menerapkan pembelajaran online. Sebagian menggunakan aplikasi atau dengan obrolan dan pembelajaran  manual di WhatsApp. Dilema yang di hadapi adalah tidak semua peserta didik adalah siswa yang secara ekonomi mampu dan punya Handphond (HP), kadang punya Handphone tetapi rumah nya tidak ada signal yang kuat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran online. Dilema lainnya adalah signal kuat tetapi tidak ada kuota internet karena tidak ada uang untuk beli.

Pada dilema sisi kedua yaitu guru sebagai pendidik  yang apabila sedikit peserta didik  yang mengikuti pembelajaran online maka belajar bersama tidak menyentuh pada  seluruh peserta didik. Akhirnya tidak tercapai pembelajaran sesuai yang di harapkan. Tugas atau evaluasi yang harus di laksanakan dengan tes online juga tdk dapat dilksanakan secara menyeluruh pada peseta didik. Seharusnya nilai langsung muncul setelah pelaksanaan tes online dan guru langsung dapat merekap nilai yang ada dan di masukkan dalam kolom nilai. Namun karena tidak semua peserta didik yang nilainya masuk, maka harus mendata siapa yang belum ikut  tes. Peserta didik yang belum tes online diharapkan untuk mengerjakan secara manual soal yang dikirim oleh guru. Hasil pekerjaan mereka di foto dan dikirimkan ke guru. Hal ini adalah salah satu bentuk solusi yang masih belum tentu dapat dilaksanakan bagi peseta didik yang tidak memiliki hp dan sulit menerima informasi.

Orang tua atau wali murid adalah dilema pada sisi ketiga  dimana Tidak semua orang tua yang mampu membelikan anaknya Hp atau laptop  Pembelajaran online kalau pinjam Hp orang tuanya kadang harus me nunggu sore setelah orang tuanya datang dari bekerja. Walaupun  pembelajaran online dapat dilakukan dengan menggunakan computer di warnet. Namun menjadi dilema bagi orang tua karena anaknya harus keluar dari rumah yang secara otomatis beresiko bagi anaknya. Setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun  di sekolah desa, tidak semua orang tua perduli dengan tugas anak anaknya saat masa pandemi COVID 19 ini. Sehingga butuh diberikan pengarahan dan pengertian secara langsung.

Berdasarkan beberapa dilema yang di hadapi dalam dunia pendidikan pada masa pandemi COVID -19 ini. Kita sebagai pendidik harus tetap memberikan pelayanan dan melakukan kewajiban sebagai guru  sehingga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat.  Ki Hadjar Dewantara pernah memberikan pernyataan “ Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya bermanfaat untuk dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”

Pemerintah juga telah memberkan solusi  pada dilema pandemi COVID - 19 yang terjadi saat ini. Kebijakan yang telah dilakukan misalnya adanya pemberian bantuan bebas mbayar listrik pada kriteria tertentu , bantuan  sembako, dan untuk bidang pendidikan kuota internet bagi guru dan siswa dapat di ambilkan dari uang BOS. Walaupun itu tidak menjadi satu satunya solusi dalam hal biaya internet, namun minimal sudah mengurangi dilema yang timbul dalam berlangsungnya pembelajaran online.

Marilah kita berdoa bersama sama semoga panemi COVID-19 ini segera berakhir,  kehidupan masyarakat kembali normal dan dunia pendidikan dapat berjalan sesuai kalender pendidikan yang telah di susun. Perekonomian nasional bahkan internasional yang terganggu mulai dari  tingkat ekonomi bawah, menengah dan atas  yang mengalami penurunan dapat meningkat kembali. Aamiin

Minggu, 29 Maret 2020

Membuat Akun Quizizz ( Kuis Online )


Dalam situasi dan kebijakan dari pemerintah dengan Stay at home dan Work From Home ini,  bagaimana kita sebagai guru bisa mengelola kelas online khususnya dalam evaluasi pembelajaran. salah satu platform kuis online yang dapat dimanfaatkan adalah kuis online Quizizz.
langsung saja mari kita simak bersma .
Silahkan klik link bit.ly/quizizz_paksay27

Sabtu, 05 Oktober 2019

5 RESEP DISIPLIN ALA RASULULLAH SAW

"Perintahkan anakmu supaya shalat ketika berumur 7 tahun  dan pukullah  mereka (jika tidak mau shalat) ketika berumur 10 tahun, serta pisahkanlah  mereka dalam  tempat tidurnya".HR.Abu Dawud, Al Hakim dan Baihaiqi).
 
Memaknai hadist diatas jangan langsung bawa tongkat atau cambuk jika anak tidak shalat setelah umur 10 tahun. Karena nabi memerintahkan hal itu melalui sebuah latihan pembiasaan selama 3 tahun. Yaitu sejak anak umur 7 tahun sampai dengan 10 tahun. Lalu apa saja yang harus dilakukan agar anak tidak perlu dipukul dan secara sadar shalat tanpa membantah jika sudah waktunya ? Ini dia 5 resep Nabi Muhammad SAW dalam mendisiplinkan anak. 


1. Menanamkan Akidah Sebagai Pondasi.
Dalam Alquran, seorang ayah yang sholih bernama Luqman Al Hakim pertama kali menasehati anaknya adalah sebagai berikut : 
" Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman besar". 
Bermodal akidah yang kokoh maka kedisiplinan dalam menunaikan perintah Allah akan memicu anak untuk disiplin dan istiqomah dalam  berbagai aspek kehidupan. Jadi tanamkan sejak usia dini bahwa kalimat tauhid yang harus mereka jaga sampai mati adalah " La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah. 

2. Membiasakan Anak Rutin Beribadah
Tidak ada jaminan bahwa orangtua yang soleh dan taat ibadah akan mempunyai anak yang sama tingkat ibadahnya dengan orangtuanya. Begitupun sebaliknya, ada orangtua yang jarang ibadah tapi anaknya adalah ahli ibadah. Oleh karena itu apabila sebagai orangtua sudah merasa baik ibadahnya tidak boleh abai dalam mengingatkan anak untuk disiplin beribadah. Sedangkan  bagi orangtua yang masih labil dalam beribadah, ingatlah bahwa anak mencontoh dari orangtuanya. Jika ingin punya anak yang rajin beribadah maka perbaiki dulu ibadahnya. 
Salah satu ibadah yang wajib dilakukan bagi seorang muslim adalah shalat. Shalat  merupakan tiang ibadah. Jika seseorang sudah menyia-nyiakan kewajiban shalat maka pasti kewajiban lainnya juga lebih parah lagi alias tidak dikerjakan.  Ajak anak ke mesjid, jelaskan kenapa harus shalat, berikan perlengkapan shalat yang menarik sesuai usia anak. 

3. Mengenalkan Ahlak  Terpuji 
Mengajarkan ahlakul karimah (mulia) kepada anak adalah hal penting yang harus dilakukan sejak usia dini.  Rasulullah bersabda : “ Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik ahlaknya”.   Manusia yang punya ilmu tinggi tapi tidak berahlak maka ilmunya tidak akan  bermanfaat tapi malah dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan pada sesama. 
Cara mengajarkan ahlakul karimah ini adalah dengan pembiasaan. Pertama biasakan orangtua menemani anaknya saat aktivitas harian. Saat anak makan  ajak anak untuk berdoa sebelum makan, ajarkan cara makan  yang baik yaitu dengan tangan kanan.   Ketika anak ingin ke kemar mandi ajarkan doa ke kamar mandi. Apabila mau tidur bacakan cerita tentang kisah kisah teladan yang bisa dicontoh anak dan tak lupa ajarkan pula doa sebelum tidur. 
Kedua adalah memberi teladan. Yaitu dengan cara mencontohkan langsung kepada anak bagaimana tingkah laku yang baik itu. Janganlah orangtua menyuruh anaknya belajar sementara dirinya sibuk nonton TV atau pegang gawai. Saat menyuruh anak shalat maka ajaklah berjamaah. Jika meminta anak mengaji, maka orangtua juga ada di sebelahnya mendampingi.
Sebuah syair tentang keteladanan orangtua yang saya ambil dari buku “Gantungkan Cambuk Di Rumahmu” karya Asadulloh Al-Faruq ini cukup kena di hati. Bahwa sebagai orangtua kita adalah guru pertama untuk anak anak kita.  Maka sebagai guru sudah seharusnya memperbaiki ahlak dan juga terus belajar agar ilmu yang diberikan sesuuai perkembangan anak setiap waktu. Begini syairnya, 
Wahai yang menjadi guru orang lain
Perhatikanlah dirimu, sebab iapun butuh pengajaran
Engkau tentukan obat untuk yang sakit agar Ia sehat
Sedang engkau sendiri dalam derita
Mulailah dari dirimu sendiri
Cegahlah dirimu dari penyimpangan
Jika Ia telah bersih darinya maka Engkaulah si bijak itu.
Yang kan didengar setiap katanya dan dicontoh semua perilakunya
Saat itulah pengajaranmu memberikan arti

4. Membuat Anak Menghargai Waktu.
Sering kita menemukan anak balita yang terjaga di jam 12 malam saat yang lain sedang lelap tertidur. Jika hal ini dibiarkan terus maka anak lama kelamaan akan selalu terjaga saat tengah malam. Tentunya hal ini mengganggu waktu Istirahat orangtua dan keluarga lainnya. Oleh karena itu, sejak balita anak harus diajarkan pembagian waktu yang benar. Islam sudah dengan sempurnanya membagi waktu dalam satu hari selama 24 jam itu dengan panggilan waktu shalat. Misalnya Bangun subuh lalu melaksanakan shalat Subuh. Waktu Istirahat di siang hari setelah melaksanakan shalat Dzuhur. Habis shalat ashar waktunya bermain.  Saatnya belajar dan mengaji setelah shalat Magrib sampai lsya. Jika ini diterapkan pada anak sejak usia dini pastinya anak akan terbiasa hingga dia dewasa dan Insya Allah shalatnya juga terjaga. Sebab sebelum melalukan aktifitas apapun maka harus mendahulukan shalat.  
Selain itu orangtua juga harus mendisiplinkan  waktu tidur anak, misal sepakati dengan pasangan bahwa semua aktifitas harus selesai jam 9 malam. Tidak ada lagi yang mengerjakan apapun selain mengantar anak untuk pergi tidur. Waktu tidur adalah waktu istirahat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.  Buatlah rutinitas seperti gosok gigi, cuci tangan dan kaki , berwudhu dan baca buku sebelum tidur. Jangan lupa setelah baca buku anak diajak  berdoa. Dengan demikian anak-anak akan menutup harinya dengan manis bersama sebuah ilmu yang didapatkan dari membaca buku.
Manfaat mengajarkan anak menghargai waktu akan terasa saat anak dewasa nanti. Anak akan  dmenjadi manusia yang menghargai janji dan bersikap disiplin dalam hidupnya. Rasulullah SAW Adalah teladan paling baik dalam hal menghargai waktu. Beliau membagi waktu setiap harinya menjadi 3 bagian yang hampir sama besar yaitu sepertiga waktu untuk umatnya, sepertiga waktu untuk diri dan keluarganya, serta sepertiga waktu untuk Allah SWT.

5. Memberikan Konsekuensi Sebagai Pengganti Hukuman
Jika anak melakukan kesalahan atau tidak mengikuti aturan sesungguhnya itu karena anak lebih banyak tidak tahu daripada tahu. Jadi tugas orangtualah yang memberi penjelasan mana hal yang boleh dan tidak boleh serta menunjukkan apa konsekuensinya jika anak melakukan apa yang dilarang. Konsekuensi tidak boleh menakut-nakuti anak. Misal, anak dilarang main ke dekat sungai lalu orangtua menakut-nakuti dengan mengatakan di sungai ada buaya pemakan manusia. Padahal tidak ada.
Konsekuensi yang baik adalah yang tetap bermanfaat bagi anak. Misal jika anak tetap pergi ke sungai tanpa ijin dari orangtuanya maka anak harus mencuci pakaiannya sendiri, atau dicabut hak mainnya pada siang hari dan harus diam di rumah bantu orangtua cuci piring, ngepel atau lainnya. Jadi sebuah konsekuensi tetap punya unsur edukasi dan mengandung kebaikan  untuk anak itu sendiri.
Dalam hal shalat, jika anak tidak mau shalat secara syari diperkenankan untuk menghukum anak agar bergegas shalat jika sudah 10 tahun. Apabila anak tidak mau shalat ingatkan lagi tentang pentingnya shalat dan konsekuensinya  dari orangtua maupun hukuman dari Allah SWT di akhirat kelak. Anda juga bisa bilang pada anak bahwa anda ingin satu keluarga  bisa berkumpul di surganya Allah SWT. Jadi kalau ada anak yang tidak mau shalat dan dimasukkan ke neraka sama Allah SWT bagaimana sedihnya keluarga yg lain karena tidak bisa bersama di surga. Padahal hidup yang paling kekal adalah di Surga. 
Sentuhlah hati anak, berikan siraman agama, dan jadilah teladan idola anak agar anak tidak perlu didik dengan kekerasan. 
Bismillah... yuk kita mulai dari sekarang. Menjadi orangtua memang harus selalu belajar, begitupun dengan saya. Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk diri saya sendiri, apabila bermanfaat silahkan bagikan kepada orangtua lainnya. 

Deassy M Destiani, 
Guru Paud dan penulis