Senin, 20 April 2020

Ingin Tahu Tip Menulis Cepat dan Tepat ? Berikut Jawabannya.



Malam ini merupakan kali pertama saya mengikuti  pelatihan daring melaui WA grup Belajar Menulis Gel. 3. Pelatihan ini dijadwalkan pukul 19.00-21.00 wib dengan dibagi menjadi 2 sesi. Luar biasa pada pelatihan menulis kali ini Om Jay sebagai mentor dan pelaksana pelatihan menulis menghadirkan Bapak Catur Nurrochman Oktavian, M. Pd. Beliau adalah Ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI sekaligus Redaktur Suara Guru PGRI.
Dalam pelatihan ini, Pak Bambang yang biasa disapa Mr. BamS menyapa dan memulai percakapan dengan Om Catur panggilan akrab Pak catur yang akan menyampaikan materi dengan judul Menulis Cepat dan Tepat di Media ( Daring dan Luring ). Judul yang sangat menarik untuk untuk kita ikuti.
Sebagai pembuka sapa Om catur menyampaikan bahwa Passion beliau dalam menulis dimulai sejak 1999. Pertama menerbitkan karya dalam bentuk buku di tahun 2003 dan Sampai sekarang alhamdulillah terus menulis. Sungguh kalimat pembuka yang membuat kita semua ada semangat untuk memulai belajar menulis.
Berikut ulasan dan tip yang disampaikan oleh Om catur catur bagaimana kita bisa menulis dengan cepat dan tepat :

Pertama, kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Apa itu musuh utamanya? Yaitu adalaha rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring atau daring. Takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya. Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”.  Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika.

Kedua, Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Rumus jitu ini dilonarkan oleh Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis?. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master.
Noted: “Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”.
Kalau suka traveling, tuliskan kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda. Salah satu yang membuat seseorang  tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu.
Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.

Ketiga, Menulislah seperti berbicara.
Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?
Bagimana bagi seorang pemula ? Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama?. Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Jika ingin tulisan dimuat di media, maka perlu diketahui informasi tentang gaya selingkungnya. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.  Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya.
Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh.
Setelah mendapatkan sharing dari saya di atas, mengapa masih ada keraguan menghasilkan draf tulisan?. Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut.
Note : “Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali”.
Dari paparan dan jamuan tip menulis malam dari Om Catur, beragam pertanyaan dari para peserta.

Berikut rangkuman pertanyaan dan jawaban yang sungguh menarik untuk kita simak :

ü  Assalamualaikum pak Catur . Nama saya Rasita dari Kab Mukomuko Bengkulu.
Pertanyaan saya. Apa contoh kata dan kalimat yang kita masukkan dalam cerita sehingga pembaca tidak paham ? Terima kasih

 Jawab Om Catur : Terima kasih ibu Rasita dari Bengkulu. Pertanyaan yang bagus. Hindari menulis dengan kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh: Ruangan yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat stasiun UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang membawa penumpang dari Jakarta-Bogor PP, itu biasanya sampai aku berangkat kerja, suara itu sering terdengar, sehingga aku sering hafal beberapa kalimat petugas stasiun.

ü  Kalimat di atas memusingkan
Assalamualaikum wr wb. Sampai hari ini saya blm yakin saya bisa menulis. Saya bertanya bagaimana agar jsi tulisan itu penting.  Apakah kita harus menulis yang ilmiah. Ambillah seperti artikel.
Maaf terkait gaya selingkung apa yg dimaksud menurut bapak mana yg lebih mungkin sebagai pemula menulis untuk menjadi buku atau menulis artikel untuk dibukukan

Jawan Om Catur : Pertanyaan pertama ini coba saya jawab. Agar tulisan menjadi penting, maka pesan dan informasi yang dibutuhkan pembaca bisa tersampaikan dengan baik dan jelas. Seperti yang saya sampaikan di atas, mulailah dari hal yang Anda sukai. Kalau Anda suka menulis karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel populer, features yang ringan, maka kerjakanlah ini.
Gaya Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai jati diri, penciri media itu. Sesuai dengan kebijakan redaksi masing masing. Misal, ada media yang membatasi bahwa tulisan yang akan dimuat di medianya minimal 600 kata, hurufnya times new roman, spasi 1.15, dsb. Memulai menulis artikel yang Anda sukai temanya. “Dan yang lebih penting mulailah menulis”

ü  Assalamu'alaikum, Om Catur perkenalkan nama saya Winarti dari Tangerang, saya mau bertanya bagaimana kiat-kiat untuk menghilangkan rasa takut untuk menulis atau berkarya dan bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa percaya diri menulis atau berkarya? Terima kasih Om Catur.

Jawab Om Catur : Waalaikumsalam.  Ibu Winarti dari Tangerang. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan menulis. Menulis saja terus menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki). Menumbuhkan rasa percaya diri menulis adalah dengan terus menulis.

ü  Selamat malam pak, bagaimana kiat mengelola konsentrasi yang efektif dalam menulis? Tks. Yulius Roma-Tana Toraja

Jawab Om Catur : Selamat malam. Terima kasih atas pertanyaan yang bagus ini. Mengelola konsentrasi yang efektif adalah dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih baik. Passion

ü  Assalamualaikum Om Catur , Saya Andy Muhtadin-Beltim Ke.Babel.
Jawab Om Catur : Menulis dg simpel dan apa adanya dg cepat tiga hal bagi kami pemula ini sebuah hal yg sangat sulit dan rumit, jdi jika itu dilakukan terkadng sangat simpel, sedikit, pendek, dan langsung pada poinnya saja. BAGAIMANA TIPSNYA AGAR SESUAI DG HARAPAN PEMBACA ?.
Menulislah seperti Anda berbicara. Ketika Anda berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika Anda berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami.
Tipsnya. “Menulislah dengan kalimat yang tidak panjang-panjang”.
Menulislah seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan?

ü  Assalamu'alaikum Om Catur, Saya Pak Etik dari Kabupaten Pemalang. Bagaimana Teknis menulis cepat ,apa kita membuat kerangka dulu atau langsung mengalir saja ?
Jawab Om Catur : Waalaikumsalam Pak Etik dari Pemalang. Pertanyaan yang bagus. Ada beragam teknik yang dilakukan penulis. Ada yang senang memulainya dengan membuat kerangka tulisan, ada yang menuliskan kerangka seperti spider web. Ada pula penulis yang langsung menuangkan dari pikirannya ke dalam tulisan. Namun biasanya setiap artikel memiliki kerangka Judul, lead (pendahuluan), isi, dan penutup. Silakan memilihnya sesuai dengan gaya dan kesukaan Anda. Selamat menulis.

ü  Selamat malam., Saya Ari Rumbini dari Purbalingga . mau kepo dikit. Apa yang memotivasi anda pertama kali menulis ? dan tema apa yang anda tulis ?
Jawab Om Catur : Selamat Malam, Ibu Ari Rumbini Purbalingga. Kepo yang menarik. Yang memotivasi saya menulis adalah rasa suka. Passion. Ada kenikmatan dan kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan melalui tulisan. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi lalu menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga.
Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan, menyenangkan. Saat ini menjadi redaktur pelaksana sebuah majalah, maka menulis menjadi suatu pekerjaan. Hampir tiap hari dituntut menulis.

ü  Maaf Om Catur, bagaimana caranya agar tulisan kita tetep nyambung atau konsisten dengan tujuan awal ketika kita mulai menulis, karena terkadang kita tidak mesti langsung selesai dalam menulis? Agus Purwadi, Ponjong
Jawab Om Catur : Dalam menulis memang ada kalanya tidak selesai langsung. Apalagi ketika writer's block itu datang. Agar tetap konsisten, maka kita dapat membaca tulisan tulisan orang lain yang sejenis atau dari buku bacaan sebagai referensi. Sehingga ada ide-ide yang kita bisa gali lebih lanjut. Yang jelas dalam menulis dilarang keras plagiat. Mengambil begitu saja karya orang lain tanpa dicantumkan

ü  Selamat mlm pak Catur, Saya seorang kontributor di sebuah tabloid pendidikan Nasional. Artikel yang saya tulis selalu berupa reportase , Bagaimana caranya ya..supaya bisa berkembang lagi, sehingga jenis tulisan itu bs masuk kategori lain? Rumondang sianturi( butet)-Tangerang

Jawab Om Catur : Terima kasih atas pertanyaan yang bagus. Apakah ibu suka travelling? Atau suka membaca buku biografi? Atau suka menganalisis kebijakan pendidikan? Kalau ibu jawab suka, maka mulailah menuliskan dari hal yang ibu sukai. Tentu akan ibu hasilkan sesuatu yang luar biasa. Cobalah.

ü  Selamat Malam. Super  Om Catur. Materi yg Simple, Padat, Familiar dan Mantul. Menulis cepat bgi kmi yg lebih senang mendengar, bagmana triknya agar banyak yg bisa terekam Om? Salam.Bernad.Toraja
Jawab Om Catur : Penulis yang baik biasanya adalah pengamat yang baik. Bagi yang suka mendengar atau kecerdasan audionya lebih, maka ketika mendengar sesuatu, maka siapkan catatan. Catat poin penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Atau pembicaraan direkam, kemudian barulah dituliskan. Banyak jalan menuju roma, banyak cara untuk menghasilkan karya

ü  Tanya Pak Catur dari Mukminin- Lamongan. Untuk menulis di rubrik opini koran berapa kata maksimal? Terimakasih
Jawab Om Catur  : Siap dijawab Pak Mukminin dari Lamongan. Pertanyaan yang bagus. Seperti saya sudah utarakan di atas, bahwa tiap media memiliki gaya, ciri masing masing sesuai kebijakannya. Tidak selalu sama. Itulah yang dinamakan gaya selingkung. Misal, media jawa pos mengharuskan tulisan opini minimal 600 kata. Atau majalah Suaraguru, untuk tulisan opini minimal 700 kata. Jadi berbeda-beda. Bisa ditanyakan di redaksi masing-masing atau biasanya tertulis di salah satu bagian media itu.

Demikian resume pelatihan menulis daring melaui WA group yang dipandu oleh Mr. BamS dan sebagai pemateri Om Catur dari PB PGRI, semoga resmue ini bermanfaat bagi kita semua
#SalamLiterasi
#Menulismenulisdanterusmenulis
Terimakasi Om Jay, Mr BamS dan pastinya Om Catur. MANTAP


Kamis, 16 April 2020

Dilema Masa Belajar Di Rumah


Oleh : Afifa, S.Si
Guru SMP Negeri 2 Ajung, Jember
Kompetensi pedagogik seorang pendidik saat ini  harus di lengkapi dengan ilmu dalam bidang teknologi pembelajaran online. Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Anwar Makarim menghimbau aktivitas belajar bagi daerah terdampak COVID-19 bisa di lakukan di rumah, maka hampir seluruh sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran online.  Hal ini sesuai dengan pernyataan beliau tanggal 20 maret 2020 yaitu “proses Pembelajaran ataupun penyelesaian urusan administrasi dapat tetap berjalan dengan memnafaatkan teknologi”. 

Beberapa  dilema yang timbul dalam pembelajaran online dapat di bagi menjadi 3 sisi yang berbeda. Sisi pertama yaitu siswa atau peserta didik, yang kedua adalah guru sebagai pendidik dan yang ketiga adalah orang tua atau wali murid. Sebagai pendidik telah menggunakan berbagai cara menerapkan pembelajaran online. Sebagian menggunakan aplikasi atau dengan obrolan dan pembelajaran  manual di WhatsApp. Dilema yang di hadapi adalah tidak semua peserta didik adalah siswa yang secara ekonomi mampu dan punya Handphond (HP), kadang punya Handphone tetapi rumah nya tidak ada signal yang kuat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran online. Dilema lainnya adalah signal kuat tetapi tidak ada kuota internet karena tidak ada uang untuk beli.

Pada dilema sisi kedua yaitu guru sebagai pendidik  yang apabila sedikit peserta didik  yang mengikuti pembelajaran online maka belajar bersama tidak menyentuh pada  seluruh peserta didik. Akhirnya tidak tercapai pembelajaran sesuai yang di harapkan. Tugas atau evaluasi yang harus di laksanakan dengan tes online juga tdk dapat dilksanakan secara menyeluruh pada peseta didik. Seharusnya nilai langsung muncul setelah pelaksanaan tes online dan guru langsung dapat merekap nilai yang ada dan di masukkan dalam kolom nilai. Namun karena tidak semua peserta didik yang nilainya masuk, maka harus mendata siapa yang belum ikut  tes. Peserta didik yang belum tes online diharapkan untuk mengerjakan secara manual soal yang dikirim oleh guru. Hasil pekerjaan mereka di foto dan dikirimkan ke guru. Hal ini adalah salah satu bentuk solusi yang masih belum tentu dapat dilaksanakan bagi peseta didik yang tidak memiliki hp dan sulit menerima informasi.

Orang tua atau wali murid adalah dilema pada sisi ketiga  dimana Tidak semua orang tua yang mampu membelikan anaknya Hp atau laptop  Pembelajaran online kalau pinjam Hp orang tuanya kadang harus me nunggu sore setelah orang tuanya datang dari bekerja. Walaupun  pembelajaran online dapat dilakukan dengan menggunakan computer di warnet. Namun menjadi dilema bagi orang tua karena anaknya harus keluar dari rumah yang secara otomatis beresiko bagi anaknya. Setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun  di sekolah desa, tidak semua orang tua perduli dengan tugas anak anaknya saat masa pandemi COVID 19 ini. Sehingga butuh diberikan pengarahan dan pengertian secara langsung.

Berdasarkan beberapa dilema yang di hadapi dalam dunia pendidikan pada masa pandemi COVID -19 ini. Kita sebagai pendidik harus tetap memberikan pelayanan dan melakukan kewajiban sebagai guru  sehingga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat.  Ki Hadjar Dewantara pernah memberikan pernyataan “ Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya bermanfaat untuk dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”

Pemerintah juga telah memberkan solusi  pada dilema pandemi COVID - 19 yang terjadi saat ini. Kebijakan yang telah dilakukan misalnya adanya pemberian bantuan bebas mbayar listrik pada kriteria tertentu , bantuan  sembako, dan untuk bidang pendidikan kuota internet bagi guru dan siswa dapat di ambilkan dari uang BOS. Walaupun itu tidak menjadi satu satunya solusi dalam hal biaya internet, namun minimal sudah mengurangi dilema yang timbul dalam berlangsungnya pembelajaran online.

Marilah kita berdoa bersama sama semoga panemi COVID-19 ini segera berakhir,  kehidupan masyarakat kembali normal dan dunia pendidikan dapat berjalan sesuai kalender pendidikan yang telah di susun. Perekonomian nasional bahkan internasional yang terganggu mulai dari  tingkat ekonomi bawah, menengah dan atas  yang mengalami penurunan dapat meningkat kembali. Aamiin

Minggu, 29 Maret 2020

Membuat Akun Quizizz ( Kuis Online )


Dalam situasi dan kebijakan dari pemerintah dengan Stay at home dan Work From Home ini,  bagaimana kita sebagai guru bisa mengelola kelas online khususnya dalam evaluasi pembelajaran. salah satu platform kuis online yang dapat dimanfaatkan adalah kuis online Quizizz.
langsung saja mari kita simak bersma .
Silahkan klik link bit.ly/quizizz_paksay27

Sabtu, 05 Oktober 2019

5 RESEP DISIPLIN ALA RASULULLAH SAW

"Perintahkan anakmu supaya shalat ketika berumur 7 tahun  dan pukullah  mereka (jika tidak mau shalat) ketika berumur 10 tahun, serta pisahkanlah  mereka dalam  tempat tidurnya".HR.Abu Dawud, Al Hakim dan Baihaiqi).
 
Memaknai hadist diatas jangan langsung bawa tongkat atau cambuk jika anak tidak shalat setelah umur 10 tahun. Karena nabi memerintahkan hal itu melalui sebuah latihan pembiasaan selama 3 tahun. Yaitu sejak anak umur 7 tahun sampai dengan 10 tahun. Lalu apa saja yang harus dilakukan agar anak tidak perlu dipukul dan secara sadar shalat tanpa membantah jika sudah waktunya ? Ini dia 5 resep Nabi Muhammad SAW dalam mendisiplinkan anak. 


1. Menanamkan Akidah Sebagai Pondasi.
Dalam Alquran, seorang ayah yang sholih bernama Luqman Al Hakim pertama kali menasehati anaknya adalah sebagai berikut : 
" Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman besar". 
Bermodal akidah yang kokoh maka kedisiplinan dalam menunaikan perintah Allah akan memicu anak untuk disiplin dan istiqomah dalam  berbagai aspek kehidupan. Jadi tanamkan sejak usia dini bahwa kalimat tauhid yang harus mereka jaga sampai mati adalah " La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah. 

2. Membiasakan Anak Rutin Beribadah
Tidak ada jaminan bahwa orangtua yang soleh dan taat ibadah akan mempunyai anak yang sama tingkat ibadahnya dengan orangtuanya. Begitupun sebaliknya, ada orangtua yang jarang ibadah tapi anaknya adalah ahli ibadah. Oleh karena itu apabila sebagai orangtua sudah merasa baik ibadahnya tidak boleh abai dalam mengingatkan anak untuk disiplin beribadah. Sedangkan  bagi orangtua yang masih labil dalam beribadah, ingatlah bahwa anak mencontoh dari orangtuanya. Jika ingin punya anak yang rajin beribadah maka perbaiki dulu ibadahnya. 
Salah satu ibadah yang wajib dilakukan bagi seorang muslim adalah shalat. Shalat  merupakan tiang ibadah. Jika seseorang sudah menyia-nyiakan kewajiban shalat maka pasti kewajiban lainnya juga lebih parah lagi alias tidak dikerjakan.  Ajak anak ke mesjid, jelaskan kenapa harus shalat, berikan perlengkapan shalat yang menarik sesuai usia anak. 

3. Mengenalkan Ahlak  Terpuji 
Mengajarkan ahlakul karimah (mulia) kepada anak adalah hal penting yang harus dilakukan sejak usia dini.  Rasulullah bersabda : “ Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik ahlaknya”.   Manusia yang punya ilmu tinggi tapi tidak berahlak maka ilmunya tidak akan  bermanfaat tapi malah dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan pada sesama. 
Cara mengajarkan ahlakul karimah ini adalah dengan pembiasaan. Pertama biasakan orangtua menemani anaknya saat aktivitas harian. Saat anak makan  ajak anak untuk berdoa sebelum makan, ajarkan cara makan  yang baik yaitu dengan tangan kanan.   Ketika anak ingin ke kemar mandi ajarkan doa ke kamar mandi. Apabila mau tidur bacakan cerita tentang kisah kisah teladan yang bisa dicontoh anak dan tak lupa ajarkan pula doa sebelum tidur. 
Kedua adalah memberi teladan. Yaitu dengan cara mencontohkan langsung kepada anak bagaimana tingkah laku yang baik itu. Janganlah orangtua menyuruh anaknya belajar sementara dirinya sibuk nonton TV atau pegang gawai. Saat menyuruh anak shalat maka ajaklah berjamaah. Jika meminta anak mengaji, maka orangtua juga ada di sebelahnya mendampingi.
Sebuah syair tentang keteladanan orangtua yang saya ambil dari buku “Gantungkan Cambuk Di Rumahmu” karya Asadulloh Al-Faruq ini cukup kena di hati. Bahwa sebagai orangtua kita adalah guru pertama untuk anak anak kita.  Maka sebagai guru sudah seharusnya memperbaiki ahlak dan juga terus belajar agar ilmu yang diberikan sesuuai perkembangan anak setiap waktu. Begini syairnya, 
Wahai yang menjadi guru orang lain
Perhatikanlah dirimu, sebab iapun butuh pengajaran
Engkau tentukan obat untuk yang sakit agar Ia sehat
Sedang engkau sendiri dalam derita
Mulailah dari dirimu sendiri
Cegahlah dirimu dari penyimpangan
Jika Ia telah bersih darinya maka Engkaulah si bijak itu.
Yang kan didengar setiap katanya dan dicontoh semua perilakunya
Saat itulah pengajaranmu memberikan arti

4. Membuat Anak Menghargai Waktu.
Sering kita menemukan anak balita yang terjaga di jam 12 malam saat yang lain sedang lelap tertidur. Jika hal ini dibiarkan terus maka anak lama kelamaan akan selalu terjaga saat tengah malam. Tentunya hal ini mengganggu waktu Istirahat orangtua dan keluarga lainnya. Oleh karena itu, sejak balita anak harus diajarkan pembagian waktu yang benar. Islam sudah dengan sempurnanya membagi waktu dalam satu hari selama 24 jam itu dengan panggilan waktu shalat. Misalnya Bangun subuh lalu melaksanakan shalat Subuh. Waktu Istirahat di siang hari setelah melaksanakan shalat Dzuhur. Habis shalat ashar waktunya bermain.  Saatnya belajar dan mengaji setelah shalat Magrib sampai lsya. Jika ini diterapkan pada anak sejak usia dini pastinya anak akan terbiasa hingga dia dewasa dan Insya Allah shalatnya juga terjaga. Sebab sebelum melalukan aktifitas apapun maka harus mendahulukan shalat.  
Selain itu orangtua juga harus mendisiplinkan  waktu tidur anak, misal sepakati dengan pasangan bahwa semua aktifitas harus selesai jam 9 malam. Tidak ada lagi yang mengerjakan apapun selain mengantar anak untuk pergi tidur. Waktu tidur adalah waktu istirahat yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.  Buatlah rutinitas seperti gosok gigi, cuci tangan dan kaki , berwudhu dan baca buku sebelum tidur. Jangan lupa setelah baca buku anak diajak  berdoa. Dengan demikian anak-anak akan menutup harinya dengan manis bersama sebuah ilmu yang didapatkan dari membaca buku.
Manfaat mengajarkan anak menghargai waktu akan terasa saat anak dewasa nanti. Anak akan  dmenjadi manusia yang menghargai janji dan bersikap disiplin dalam hidupnya. Rasulullah SAW Adalah teladan paling baik dalam hal menghargai waktu. Beliau membagi waktu setiap harinya menjadi 3 bagian yang hampir sama besar yaitu sepertiga waktu untuk umatnya, sepertiga waktu untuk diri dan keluarganya, serta sepertiga waktu untuk Allah SWT.

5. Memberikan Konsekuensi Sebagai Pengganti Hukuman
Jika anak melakukan kesalahan atau tidak mengikuti aturan sesungguhnya itu karena anak lebih banyak tidak tahu daripada tahu. Jadi tugas orangtualah yang memberi penjelasan mana hal yang boleh dan tidak boleh serta menunjukkan apa konsekuensinya jika anak melakukan apa yang dilarang. Konsekuensi tidak boleh menakut-nakuti anak. Misal, anak dilarang main ke dekat sungai lalu orangtua menakut-nakuti dengan mengatakan di sungai ada buaya pemakan manusia. Padahal tidak ada.
Konsekuensi yang baik adalah yang tetap bermanfaat bagi anak. Misal jika anak tetap pergi ke sungai tanpa ijin dari orangtuanya maka anak harus mencuci pakaiannya sendiri, atau dicabut hak mainnya pada siang hari dan harus diam di rumah bantu orangtua cuci piring, ngepel atau lainnya. Jadi sebuah konsekuensi tetap punya unsur edukasi dan mengandung kebaikan  untuk anak itu sendiri.
Dalam hal shalat, jika anak tidak mau shalat secara syari diperkenankan untuk menghukum anak agar bergegas shalat jika sudah 10 tahun. Apabila anak tidak mau shalat ingatkan lagi tentang pentingnya shalat dan konsekuensinya  dari orangtua maupun hukuman dari Allah SWT di akhirat kelak. Anda juga bisa bilang pada anak bahwa anda ingin satu keluarga  bisa berkumpul di surganya Allah SWT. Jadi kalau ada anak yang tidak mau shalat dan dimasukkan ke neraka sama Allah SWT bagaimana sedihnya keluarga yg lain karena tidak bisa bersama di surga. Padahal hidup yang paling kekal adalah di Surga. 
Sentuhlah hati anak, berikan siraman agama, dan jadilah teladan idola anak agar anak tidak perlu didik dengan kekerasan. 
Bismillah... yuk kita mulai dari sekarang. Menjadi orangtua memang harus selalu belajar, begitupun dengan saya. Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk diri saya sendiri, apabila bermanfaat silahkan bagikan kepada orangtua lainnya. 

Deassy M Destiani, 
Guru Paud dan penulis

STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21

Media Belajar Bersama

STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21

STRATEGI PEMBELAJARAN ABAD 21
Harli Trisdiono
Widyaiswara Muda
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Prov. D.I. Yogyakarta
Abstrak
Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Dunia kerja menuntut perubahan kompetensi. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21. Sekolah dituntut mampu menyiapkan siswa memasuki abad 21.
Subjek abad 21 terdiri atas bahasa inggris (bahasa resmi masing-masing negara), bahasa pergaulan dunia, seni, matematika, ekonomi, pengetahuan alam (science), geografi, sejarah, pemerintahan, dan kewarganegaraan. Sedangkan tema abad 21 mencakup kesadaran global; literasi keuangan, ekonomi, bisnis dan wirausaha; kesadaran sebagai warga negara; literasi kesehatan; dan literasi lingkungan.
Taksonomi Bloom sebagai acuan dalam tujuan pembelajaran menyangkut dimensi pengetahuan dan proses kognitif. Dimensi pengetahuan mencakup faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Proses kognitif terdiri atas 1) mengingat (remember); 2) memahami (understand); 3) menerapkan (apply); 4) menganalisis (analyze); 5) evaluasi (evaluate); dan 6) menciptakan (create). Dimensi pengetahuan dan proses kognitif menjadi landasan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran, sehingga tersusun strategi pembelajaran abad 21.
Kata Kunci: kecakapan abad 21, taksonomi bloom, subjek dan tema abad 21, strategi pembelajaran abad 21.
Pendahuluan
Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan. Teknologi menghubungkan dunia yang melampaui sekat-sekat geografis sehingga dunia menjadi tanpa batas. Teknologi transportasi udara memberikan kemudahan menempuh perjalanan panjang. Media on-line beritasatu.com merilis waktu tempuh Newark – Singapura sejauh 9.535 mil dengan penerbangan non-stop selama 18 jam. Melalui media televisi, kejadian di suatu tempat dapat secara langsung diketahui dan dilihat di tempat lain yang berjarak sangat jauh pada waktu bersamaan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi melalui internet memberi kemudahan pengiriman uang pada waktu yang sangat singkat, bahkan real time. Perkembangan teknologi menjadikan terjadinya perubahan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja.
Kang, Kim, Kim & You ( 2012) mencatat bahwa perubahan standar kinerja akademik terjadi seiring dengan perkembangan teknologi informasi komunikasi (TIK) dan pertumbuhan ekonomi global. Perubahan standar menuntut penyesuaian dunia pendidikan dalam menyiapkan peserta didik. Tekonologi informasi dan komunikasi memudahkan komunikasi antar anggota masyarakat dan dunia kerja yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Pertumbuhan ekonomi global menuntut persaingan yang semakin ketat dalam setiap aspek kehidupan, pasar tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat geografis, namun dusah menjadi pasar global. Siswa abad 21 perlu dibekali dengan kemampuan TIK dan mencermati perkembangan ekonomi global. Proses pembelajaran harus mengakomodir hal tersebut.
Rotherdam & Willingham (2009) mencatat bahwa kesuksesan seorang siswa tergantung pada kecakapan abad 21, sehingga siswa harus belajar untuk memilikinya. Partnership for 21st Century Skillsmengidentifikasi kecakapan abad 21 meliputi : berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Berpikir kritis berarti siswa mampu mensikapi ilmu dan pengetahuan dengan kritis, mampu memanfaatkan untuk kemanusiaan. Trampil memecahkan masalah berarti mampu mengatasi permasalahan yang dihadapinya dalam proses kegiatan belajar sebagai wahana berlatih menghadapi permasalahan yang lebih besar dalam kehidupannya. Ketrampilan komunikasi merujuk pada kemampuan mengidentifikasi, mengakses, memanfaatkan dan memgoptimalkan perangkat dan teknik komunikasi untuk menerima dan menyampaikan informasi kepada pihak lain. Terampil kolaborasi berarti mampu menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan sinergi. Sedang menurut National Education Association untuk mencapai sukses dan mampu bersaing di masyarakat global, siswa harus ahli dan memiliki kecakapan sebagai komunikator, kreator, pemikir kritis, dan kolaborator.
Mensikapi fenomena perubahan kebutuhan tenaga kerja dan kemajuan, sekolah perlu dipersiapkan dan menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan abad 21. Pemahaman terhadap kecakapan abad 21 menjadi penting disampaikan kepada siswa. Pencapaian kecakapan abad 21 dilakukan dengan memahami karakteristik, teknik pencapaian dan strategi pembelajaran yang dilakukan.
Kecakapan Abad 21
Persoalan kecakapan abad 21 menjadi perhatian pemerhati dan praktisi pendidikan. The North Central Regional Education Laboratory (NCREL) dan The Metiri Grup (2003) mengidentifikasi kerangka kerja untukketerampilan abad ke-21, yang dibagi menjadi empat kategori: kemahiran era digital, berpikir inventif, komunikasi yang efektif, dan produktivitas yang tinggi.
ATCS (assesment and teaching for 21st century skills) menyimpulkan empat hal pokok berkaitan dengan kecakapan abad 21 yaitu cara berpikir, cara bekerja, alat kerja dan kecakapan hidup. Cara berpikirmencakup kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan belajar. Cara kerjamencakup komunikasi dan kolaborasi. Alat untuk bekerja mencakup teknologi informasi dan komunikasi(ICT) dan literasi informasiKecakapan hidup mencakup kewarganegaraan, kehidupan dan karir, dan tanggung jawab pribadi dan sosial.
Educational Testing Service (ETS) (2007), mendefinisikan keterampilan abad ke-21 sebagai pembelajaran kemampuan untuk a) mengumpulkan dan / atau mengambil informasi, b) mengatur danmengelola informasi, c) mengevaluasi kualitas, relevansi, dan kegunaan informasi, dan d) menghasilkan informasi yang akurat melalui penggunaan sumber daya yang ada. Partnership for 21st Century Skillsmengidentifikasi enam elemen kunci untuk abad ke-21 yaitu mendorong pembelajaran: 1) menekankanpelajaran inti, 2) menekankan keterampilan belajar, 3) menggunakan alat abad ke-21 untuk mengembangkan keterampilan belajar, 4) mengajar dan belajar dalam konteks abad ke-21, 5) mengajar dan mempelajari isi abad ke-21, dan 6 ) menggunakan penilaian abad ke-21 yang mengukur keterampilanabad ke-21
Kang, Kim, Kim & You (2012) memberikan kerangka kecakapan abad 21 dalam domain kognitif, afektif, dan budaya sosial. Domain kognitif terbagi dalam sub domain : kemampuan mengelolan informasi, yaitu kemampuan menggunakan alat, sumberdaya dan ketrampilan inkuiri melalui proses penemuan; kemampuan mengkonstruksi pengetahuan dengan memproses informasi, memberikan alasan, dan berpikir kritis; kemampuan menggunakan pengetahuan melalui proses analistis, menilai, mengevaluasi, dan memecahkan masalah; dan kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan metakognisidan berpikir kreatif.
Domain afektif mencakup sub domain : identitas diri yakni mampu memahami konsep diri, percaya diri, dan gambaran pribadi; mampu menetapkan nilai-nilai yang menjadi nilai-nilai pribadi dan pandangan terhadap setiap permasalahan. Pengarahan diri ditunjukan dengan menguasai diri dan mampu mengarahkan untuk mencapai tujuan dalam bingkai kepentingan bersama. Akuntabilitas diri ditunjukan dengan inisiatif, prakarsa, tanggungjawab, dan sikap menerima dan menyelesaikan tanggungjawabnya.
Domain budaya sosial ditunjukan dengan terlibat aktif dalam keanggotaan organisasi sosial, diterima dalam lingkungan sosial, dan mampu bersosialisasi dalam lingkungan.
Subjek dan Tema Abad 21
Pemahaman dan penguasaan subjek dan tema abad 21 menentukan kesuksesan seorang siswa di masa mendatang. Partnership for 21st Century Skills (2009) memberikan rumusan subjek mata pelajaran abad 21 meliputi : bahasa inggris (bahasa resmi masing-masing negara), bahasa pergaulan dunia, seni, matematika, ekonomi, pengetahuan alam (science), geografi, sejarah, pemerintahan, dan kewarganegaraan.
Penguasaan bahasa nasional masing-masing dan bahasa pergaulan internasional mempengaruhi posisi yang dapat dicapai oleh seseorang. Melalui penguasaan bahasa siswa mampu mengkomunikasikan kompetensinya baik dengan bahasa tulis maupun lisan. Penguasaan seni dapat mewarnai pengelolaan diri dalam menghadapi pergaulan di dunia kerja dan masyarakat, sehingga lebih dapat menempatkan diri dalam lingkungan. Matematika membangun logika dan cara berpikir sistematis, sehingga melalui penguasaan matematika dapat meningkatkan logika berpikir yang diperlukan dalam berinteraksi.
Penguasaan kompetensi mata pelajaran tersebut belum memberikan dampak luas pada siswa kalau tidak dibarengi dengan penguasaan tema-tema abad 21. Menurut Partnership for 21st Century Skills (2009) tema yang mengemuka pada abad 21 adalah : kesadaran global; literasi keuangan, ekonomi, bisnis danwirausaha; kesadaran sebagai warga negara; literasi kesehatan; dan literasi lingkungan.
Kesadaran global mencakup kecakapan memahami dan menangani isu-isu global. Isu-isu global dalam setiap aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan pengetahuan. Belajardari dan bekerja sama dengan individu yang mewakili beragam budaya, agama dan gaya hidupmerupakan syarat dalam memasuki pergaulan dunia. Dunia yang semakin terbuka menuntut kemampuan menerima dan memahami akar budaya, agama, dan gaya hidup orang lain dalam semangat saling menghormati dan dialog terbuka dalam konteks pribadi, pekerjaan dan masyarakat. Memahami negara, budaya, dan bahasa orang yang berinteraksi akan meningkatkan pemahaman diri dan orang lain, meningkatkan harkat dan martabat masing-masing.
Kecakapan keuangan, ekonomi, bisnis dan wirausaha mencakup : kecakapan menentukan pilihan ekonomi pribadi. Pilihan seseorang terhadap sumber ekonomi pribadinya menentukan keberagaman perekonomian dalam suatu negara. Orang tidak lagi terombang-ambing terhadap pandangan orang lain terhadap sumber ekonominya, namun memaknai sumber ekonomi sebagai jalan dalam berkontribusi bagi perekonian secara makro. Persoalan ini akan meningkatkan pemahaman atas peran ekonomi dalam masyarakat. Keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan pilihan karir dapat meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan “organisasi” yang dimasukinya. Kewirausahaan mencakup kemampuan dalam berekspresi, berimprovisasi, dan meningkatkan kinerja.
Kesadaran sebagai warga negara mencakup kecakapan berpartisipasi efektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehidupan berbangsa dan bernegara terkait dengan peran dan fungsinya dalam tugas dan tanggungjawab masing-masing. Memperjuangkan hak dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara dan masyarakat, menjadi titik tolak dalam hidup bermasyarakat. Mengembangkan supremasi sipil, menempatkan hak-hak sipil dalam bingkai demokratis yang mampu mengakomodir setiap kepentingan individu dalam bingkai pemenuhan kepentingan bersama.
Kesadaran kesehatan mencakup kemampuan dalam memelihara kesehatan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan masyarakat global. Pemeliharaan kesehatan dimulai dari kemampuan mencari informasi dan menafsirkan persoalan-persoalan kesehatan, termasuk sebab, akibat, dan proses pencegahan dan pengobatan. Kesehatan dalam konteks ini adalah kesehatan menyeluruh fisik dan mental.
Literasi lingkungan yaitu mencakup kesadaran terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan secara bertanggungjawab dan bermakna bagi kehidupan. Peka terhadap dampak pengelolaan lingkungan yang tidak bertanggungjawab terhadap kehidupan secara global. Perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan. Perubahan perilaku alam yang menyebabkan terjadinya anomali iklim, dan dampak-dampak terhadap lingkungan sebagai akibat ekploitasi alam.
Strategi Pembelajaran Abad 21
Paradigma pembelajaran abad 21 menekankan kepada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, mampu menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi komunikasi, dan berkolaborasi. Pencapaian ketrampilan tersebut dapat dicapai dengan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dari sisi penguasaan materi dan ketrampilan.
Kemampuan berpikir kritis siswa dibangun melalui pembelajaran yang menerapkan taksonomi pembelajaran sebagaimana disampaikan oleh Benyamin Bloom tahun 1956 yang telah direvisi pada tahun 2001. Bloom membagi tujuan pendidikan menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Tujuan pendidikan mengalami penyempurnaan pada tahun 2001 (Anderson dan Krathwohl, 2001). Taksonomi pembelajaran dikelompokan dalam dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif.
Dimensi proses pengetahuan terdiri empat bagian yaitu faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Krathwohl (2002), Anderson & Krathwohl (2001) menyebutkan bahwa pengetahuan faktual menekankan pada pengetahuan faktual, yaitu pengetahuan yang berupa potongan-potongan informasi yang terpisah-pisah atau unsur dasar yang ada dalam suatu disiplin ilmu tertentu, yang mencakup pengetahuan tentang terminologi dan pengetahuan tentang bagian detail. Pengetahuan faktual menyajikan fakta-fakta yang muncul dalam pengetahuan. Pengetahuan konseptual, yaitu pengetahuan yang menunjukkan saling keterkaitan antara unsur-unsur dasar dalam struktur yang lebih besar dan semuanya berfungsi sama-sama, yang mencakup skema, model pemikiran dan teori. Pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu, baik yang bersifat rutin maupun yang baru, dan Pengetahuan metakognitif, yaitu mencakup pengetahuan tentang kognisi secara umum dan pengetahuan tentang diri sendiri.
Dimensi poses pengetahuan terbagi dalam tiga yaitu kognitif, afektif dan psikomotor (Anderson & Krathwohl, 2001:67-68) ranah kognitif terbagi dalam enam tingkat yaitu : 1) mengingat (remember) : mengambil, mengakui, dan mengingat pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang; 2) memahami (understand): membangun makna dari lisan, pesan tertulis, dan grafis melalui menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasi, meringkas, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan; 3) menerapkan (apply): melaksanakan atau menggunakan prosedur melalui pelaksana, atau menerapkan; 4) menganalisis (analyze): breaking materi menjadi bagian-bagian penyusunnya, menentukan bagaimana bagian-bagian berhubungan satu sama lain dan yang secara keseluruhan struktur atau tujuan melaluimembedakan, mengorganisasikan, dan menghubungkan; 5) evaluasi (evaluate): membuat penilaianberdasarkan kriteria dan standar melalui memeriksa dan mengkritisi; dan 6) menciptakan (create): menempatkan elemen bersama-sama untuk membentuk suatu kesatuan yang utuh atau fungsional, reorganisasi elemen ke pola baru atau struktur melalui menghasilkan, perencanaan, atau menghasilkan.
Proses pembelajaran yang mampu mengakomodir kemampuan berpikir kritis siswa tidak dapat dilakukan dengan proses pembelajaran satu arah. Pembelajaran satu arah, atau berpusat pada guru, akan membelenggu kekritisan siswa dalam mensikapi suatu materi ajar. Siswa menerima materi dari satu sumber, dengan kecenderungan menerima dan tidak dapat mengkritisi. Kemampuan berpikir kritis dibangun dengan mendalami materi dari sisi yang berbeda dan menyeluruh.
Kemampuan menghubungkan ilmu dengan dunia nyata dilakukan dengan mengajak siswa melihat kehidupan dalam dunia nyata. Memaknai setiap materi ajar terhadap penerapan dalam kehidupan penting untuk mendorong motivasi belajar siswa. Secara khusus pada dunia pendidikan dasar yang relatif masih berpikir konkrit, kemampuan guru menghubungkan setiap materi ajar dengan kehidupan nyata akan meningkatkan penguasaan materi oleh siswa. Menghubungkan materi dengan praktik sehari-hari dan kegunaannya dapat meningkatkan pengembangan potensi siswa.
Penguasaan teknologi informasi komunikasi menjadi hal yang harus dilakukan oleh semua guru pada semua mata pelajaran. Penguasaan TIK yang terjadi bukan dalam tataran pengetahuan, namun praktik pemanfaatnyanya. Metode pembelajaran yang dapat mengakomodir hal ini terkait dengan pemanfaatan sumber belajar yang variatif. Mulai dari sumber belajar konvensional sampai pemanfaatan sumber belajar digital. Siswa memanfaatkan sumber-sumber digital, baik yang offline maupun online. Membuat produk berbasis TIK, baik audio maupun audiovisual.
Kecakapan berkolaborasi menunjukkan sikap penerimaan terhadap orang lain, berbagi dengan orang lain, dan bersama-sama dengan orang lain mencapai tujuan bersama. Paradigma pembelajaran kolaboratif memfasilitasi siswa berada dalam peran masing-masing, melaksanakannya, dan bertanggungjawab. Sikap individualistik, mau menang sendiri, dan bekerja sendiri akan mengurangi kemampuan siswa dalam menyiapkan diri menyongsong masa depannya. Setiap kompetensi yang ada pada masing-masing dikolaborasikan, sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan pencapaian hasil.
Beers menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam mencapai kecakapan abad 21 harus memenuhi kriteria sebagai berikut : kesempatan dan aktivitas belajar yang variatif; menggunakan pemanfaatan teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran; pembelajaran berbasis projek atau masalah; keterhubungan antar kurikulum (cross-curricular connections); fokus pada penyelidikan/inkuiri dan inventigasi yang dilakukan oleh siswa; lingkungan pembelajaran kolaboratif; visualisasi tingkat tinggi dan menggunakan media visual untuk meningkatkan pemahaman; menggunakan penilaian formatif termasuk penilaian diri sendiri.
Kesempatan dan aktivitas belajar yang variatif tidak monoton. Metode pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi yang hendak dicapai. Penguasaan satu kompetensi ditempuh dengan berbagai macam metode yang dapat mengakomodir gaya belajar siswa auditori, visual, dan kenestetik secara seimbang. Dengan demikian masing-masing siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sama.
Pemanfaatan teknologi, khususnya tekonologi informasi komunikasi, memfasilitasi siswa mengikuti perkembangan teknologi, dan mendapatkan berbagai macam sumber dan media pembelajaran. Sumber belajar yang semakin variatif memungkinkan siswa mengekplorasi materi ajar dengan berbagai macam pendekatan sesuai dengan gaya dan minat belajar siswa.
Pembelajaran berbasis projek atau masalah, menghubungkan siswa dengan masalah yang dihadapai dan yang dijumpai dalam kehidupam sehari-hari. Bertitik tolak dari masalah yang diinventarisis, dan diakhiri dengan strategi pemecahan masalah tersebut, siswa secara berkesinambungan mempelajari materi ajar dan kompetensi dengan terstruktur. Pada pembelajaran berbasis projek, pemecahan masalah dituangkan dalam produk nyata yang dihasilkan sebagai sebuah karya penciptaan siswa. Pada pembelajaran berbasis masalah/projek pembelajaran juga fokus pada penyelidikan/inkuiri dan inventigasi yang dilakukan oleh siswa.
Keterhubungan antar kurikulum (cross-curricular connections), atau kurikulum terintegrasi memungkinkan siswa menghubungkan antar materi dan kompetensi pembelajaran, dengan demikian pembelajaran dapat lebih bermakna, dan teridentifikasi manfaat mempelajari sesuatu. Pembelajaran ini didukung lingkungan pembelajaran kolaboratif, dapat memaksimalkan potensi siswa. Didukung dengan visualisasi tingkat tinggi dan penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Sebagai akhir dari sebuah proses pembelajaran, penilaian formatif menunjukan sebuah pengendalian proses. Melalui penilaian formatif, dan didukung dengan penilaian oleh diri sendiri, siswa terpantau tingkat penguasaan kompetensinya, mampu mendiagnose kesulitan belajar, dan berguna dalam melakukan penempatan pada saat pembelajaran didisain dalam kelompok.
Pandangan Beers tersebut memperjelas bahwa proses pembelajaran untuk menyiapkan siswa memiliki kecakapan abad 21 menuntut kesiapan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Guru memegang peran sentral sebagai fasilitator pembelajaran. Siswa difasilitasi berproses menguasai materi ajar dengan berbagai sumber belajar yang dipersiapkan. Guru bertugas mengawal proses berlangsung dalam kerangka penguasaan kompetensi, meskipun pembelajaran berpusat pada siswa.
Simpulan dan Saran
Perkembangan perekonomian global dan tuntutan dalam dunia kerja mesti disikapi sekolah dalam menyiapkan siswa. Abad 21 menuntut penguasaan berpikir tingkat tinggi, berpikir kritis, menguasai teknologi informasi, mampu berkolaborasi, dan komunikatif. Proses mencapai kecakapan tersebut dilakukan dnegan memperhatikan taksonomi Bloom yang membagi pengetahuan dalam dua kategori yaitu dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif.
Dalam konteks sistem pendidikan nasional disarankan untuk melakukan analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar masing-masing kelas, sehingga dapat memberikan wadah yang cukup dalam mengintegrasikan pembelajaran dalam beberapa mata pelajaran.